Zelensky Sepakat Gencatan Senjata Sejenak: Tak Boleh Serang Parade Militer Rusia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di bandara Hiroshima untuk menghadiri KTT para pemimpin G7 di Mihara, prefektur Hiroshima, Jepang, Sabtu (20/5/2023). Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di bandara Hiroshima untuk menghadiri KTT para pemimpin G7 di Mihara, prefektur Hiroshima, Jepang, Sabtu (20/5/2023). Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyepakati gencatan senjata sejenak dengan Rusia. Hal ini untuk memperingati hari kemenangan Rusia di Perang Dunia II atas Nazi Jerman, yang selalu dirayakan pada 9 Mei.

Untuk itu, Zelensky memerintahkan militernya untuk tak melakukan serangan apa pun di Lapangan Merah, Moskow, pada tanggal tersebut.

"Selama durasi parade, sesuai waktu Kiev, semua area Lapangan Merah dikecualikan dari segala macam serangan Ukraina," kata Zelensky, lewat keterangannya di situs resmi kepresidenan, dikutip AFP, Sabtu (9/5).

Suasana saat parade peringatan kemenangan Perang Dunia Kedua di Moskow, Rusia, Jumat (9/5/2025). Foto: Host agency RIA Novosti/Handout via REUTERS

Selain pada jam-jam tersebut, Zelensky juga menyepakati negosiasi Rusia yang mengusulkan gencatan senjata pada 9-11 Mei.

"Kami sepakat dengan Rusia, untuk pertukaran tawanan dengan format 1.000 tahanan untuk 1.000 tawanan. Gencatan senjata juga perlu ditegakkan pada 9, 10, sampai 11 Mei," ucap Zelensky.

Rusia Sepakat

Rusia juga menyepakati langkah ini. Mereka juga menyebut, langkah ini tercapai berkat inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Saya mengkonfirmasi dari pihak Rusia, atas inisiatif Presiden Donald Trump terkait pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina," kata Penasihat Hubungan Luar Negeri Kremlin, Yuri Ushakov.

Sebagai gambaran, dari tahun ke tahun Rusia selalu memperingati hari kemenangan ini dengan megah. Mereka selalu memamerkan alutsista paling canggih dari tahun ke tahun.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir intensitas serangan drone Ukraina ke Moskow makin meningkat. Hal ini memicu kekhawatiran bakal ada serangan drone saat Rusia menggelar parade militer di tempat terbuka, yang biasanya diikuti ribuan prajurit tersebut.