Zelensky Tiba di Belanda Usai AS Setuju Kirim Jet Tempur F-16 untuk Ukraina
·waktu baca 2 menit

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di Belanda dan bertemu dengan Perdana Menteri Mark Rutte di pangkalan militer Kota Eindhoven, pada Minggu (20/8).
Lawatan Zelensky berlangsung dua hari setelah Amerika Serikat memberikan persetujuan kepada otoritas Belanda dan Denmark untuk memasok jet tempur F-16 kepada Angkatan Udara Ukraina.
"Belanda dan Denmark akan mengirimkan jet tempur F-16 dalam jumlah yang belum ditentukan ke Ukraina setelah syarat-syarat untuk transfer terpenuhi," ujar Rutte, seperti dikutip dari Associated Press.
Selain itu, pemerintah Belanda dan Denmark juga terlibat dalam kerja sama pelatihan militer untuk para pilot-pilot Ukraina agar dapat menerbangkan jet tempur canggih buatan AS tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat (18/8) Menteri Pertahanan Denmark Jakob Ellemann-Jensen mengatakan, pelatihan pilot-pilot Ukraina nantinya akan dimulai pada bulan ini. Mereka diperkirakan memerlukan waktu enam hingga delapan bulan pelatihan hingga akhirnya siap.
Menurut Washington, jet tempur F-16 — seperti tank-tank Abrams buatan AS yang canggih, akan menjadi persenjataan penting untuk pertempuran jangka panjang melawan Rusia.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Zelensky dalam postingan terpisah di Telegram.
"Isu utama adalah F-16 bagi Ukraina untuk melindungi rakyat kami dari teror Rusia. Kami semakin kuat," ujar Zelensky.
Adapun keputusan Belanda dan Denmark untuk memasok jet tempur F-16 adalah tindak lanjut dari persetujuan Washington pada Jumat (18/8) — yang dipandang sebagai dorongan besar bagi Kiev.
Ukraina telah lama mendesak sekutu Barat untuk mengirimkan jet tempur F-16, tetapi keinginannya baru dapat terpenuhi saat perang sudah memasuki lebih dari satu tahun lamanya.
Selama ini, Angkatan Udara Ukraina mengandalkan jet-jet tempur yang lebih tua. Contohnya, seperti MiG29 dan Sukhoi buatan Rusia.
Namun, kehadiran F-16 di medan perang seolah dapat mengubah taktik perang secara keseluruhan, sebab jet tempur berteknologi tinggi ini memiliki kemampuan penargetan yang lebih presisi.
"Pesawat ini juga lebih serbaguna," kata para ahli.
