Zelensky Tuduh Rusia Serang Penjara: Kejahatan Perang yang Disengaja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Maryinsky, Kiev, Ukraina, pada Rabu, (29/6/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Maryinsky, Kiev, Ukraina, pada Rabu, (29/6/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat (29/7) mengatakan serangan yang dilakukan di sebuah penjara di timur yang dikuasai kelompok separatis sebagai 'kejahatan perang Rusia yang disengaja'. Dalam serangan itu, lebih dari 50 orang dikabarkan tewas.

"Hari ini saya menerima informasi tentang serangan yang dilakukan penjajah di Olenivka [lokasi penjara], di wilayah Donetsk. Ini adalah kejahatan perang Rusia yang disengaja, pembunuhan massal yang disengaja terhadap tahanan perang Ukraina. Lebih dari 50 orang tewas," kata Zelensky dalam keterangan hariannya, dikutip dari AFP.

Rusia dan separatis yang didukung oleh Moskow sebelumnya menuduh pasukan Kiev menyerang penjara, mengatakan puluhan orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

kumparan post embed

Ukraina membantah menargetkan infrastruktur sipil atau tahanan perang.

Televisi Rusia menunjukkan bangunan seperti barak hancur dan tempat tidur logam yang kusut. Ditunjukkan juga gambar yang disamarkan yang terlihat seperti tubuh manusia.

Kementerian Ketahanan Rusia mengatakan tahanan perang Ukraina, termasuk anggota batalion Azov, yang mempertahankan pabrik Azovstal di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina.

Rusia menggambarkan bekas unit paramiliter itu, yang sebelumnya berhubungan dengan kelompok sayap kanan, sebagai organisasi neo Nazi.