Zhafirah Pendaki Korban Marapi yang Sempat Dirawat di RS, Meninggal Dunia
·waktu baca 2 menit

Pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Marapi, Zhafirah Zahrim Febrina (19), meninggal dunia usai dirawat sejak 4 Desember 2023 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Berita duka ini menambah jumlah korban erupsi gunung yang berlokasi di Sumatera Barat itu menjadi 24 orang.
Manager TU dan Rumah Tangga RSUP M Djamil Padang, Dedi Elfian, menyebutkan pasien dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (17/12) pukul 17.50 WIB.
Dedi mengungkap pasien masuk di RSUP dengan kondisi mengalami luka bakar sebesar 40 persen. Tim medis telah berupaya mengatasi.
“Kondisi terakhir kesulitan bernapas. Makanya dari perawatan luka bakar kami pindahkan ke ICU. Kemungkinan terjadi gangguan infeksi pernapasan,” ujar Dedi di RSUP M Djamil Padang jelang penyerahan jenazah pasien ke keluarga pada Minggu (17/12) malam.
Sempat Kirim Video saat Terkena Erupsi
Zhafirah merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP). Ia mendaki Gunung Marapi bersama teman-teman kampusnya sejak Jumat (1/12). Saat erupsi terjadi pada Minggu (3/12), mereka belum turun.
Zhafirah sempat mengirim video usai terkena erupsi. Video itu ia kirim ke keluarganya menggunakan handphone yang ditemukannya, sebab handphone milik Zhafirah hilang.
“Ibu, tolong," kata Zhafirah melalui video itu.
Tim rescue berhasil mengevakuasi Zhafirah. Dia mengalami patah tangan dan badannya dipenuhi abu vulkanik.
