Zohran Mamdani: New York Tak Akan Jual Islamofobia Demi Menang Pemilu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Wali Kota New York City dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, bereaksi setelah memenangkan pemilihan Wali Kota New York City 2025, pada rapat umum malam pemilihan di wilayah Brooklyn, New York City, New York, AS, Rabu (5/11/2025). Foto: Jeenah Moon/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Calon Wali Kota New York City dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, bereaksi setelah memenangkan pemilihan Wali Kota New York City 2025, pada rapat umum malam pemilihan di wilayah Brooklyn, New York City, New York, AS, Rabu (5/11/2025). Foto: Jeenah Moon/REUTERS

Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, berjanji akan menjadikan New York tempat merayakan keberagaman. Hal ini diungkap Mamdani dalam pidato kemenangannya.

"Di sini kami percaya untuk membela mereka yang kami sayangi, entah Anda seorang imigran, anggota dari komunitas trans, salah satu dari perempuan kulit hitam yang dipecat Donald Trump dari pekerjaan federal, ibu tunggal yang masih menunggu harga bahan makanan turun atau siapa pun yang terdesak, perjuangan Anda adalah perjuangan kami juga," kata Mamdani, dikutip dari The Guardian, Rabu (5/11).

Mamdani juga berjanji akan menjadikan New York kota yang toleran di antara berbagai komunitas agama yang ada.

"Kami akan membangun balai kota yang berdiri teguh bersama warga Yahudi New York dan tak goyah dalam melawan momok antisemitisme di mana lebih dari 1 juta umat Muslim tahu bahwa mereka berhak tidak hanya di lima wilayah kota ini, tapi juga di gedung-gedung kekuasaan," ujarnya.

"New York tidak akan lagi jadi kota tempat Anda memperdagangkan Islamofobia dan memenangkan pemilu," tegasnya lagi.

Calon Wali Kota New York City dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, menyapa seorang pendukung selama pemilihan wali kota New York City di PS 20 The Clinton Hill School, di wilayah Brooklyn, New York City, AS, Selasa (4/11/2025). Foto: Kylie Cooper/REUTERS

Mamdani yakin New York akan menjadi cahaya di tengah kegelapan politik. Di sisi lain, dia menyadari ada kekhawatiran terkait umur dan pengalamannya begitu nanti menjabat wali kota.

"Ketika kita memasuki balai kota dalam 58 hari, ekspektasi akan tinggi. Kami akan memenuhinya," ungkapnya.

Ia meyakini kehebatan New York City ke depan bukan sesuatu yang abstrak, tapi akan dapat dirasakan oleh semua orang.

"Ini akan dirasakan para ibu tunggal yang merasa aman dalam perjalanannya dan mereka yang merasakan laju bus cukup kencang supaya tidak perlu buru-buru mengantar anak ke sekolah agar tiba di tempat kerja tepat waktu. Dan ini akan dirasakan saat warga New York membuka koran di pagi hari dan membaca berita utama tentang kesuksesan, bukan skandal. Yang terpenting, ini akan dirasakan oleh setiap warga New York ketika kota yang mereka cintai akhirnya mencintai mereka kembali," pungkasnya.