Zohran Mamdani Usai Menang: Pemberhentian Berikut dan Terakhir Adalah Balai Kota
·waktu baca 2 menit

Zohran Mamdani diproyeksikan memenangi pilwalkot New York City, pada Selasa (4/11). Perhitungan Fox News, Mamdani berhasil mendapat 50 persen suara.
Mamdani, politikus Demokrat berusia 34 tahun, berhasil mengungguli eks Gubernur New York Andrew Cuomo.
Cuaomo yang didukung oleh Presiden Donald Trump berada di belakang Mamdani dengan 41,6 persen suara. Cuomo yag dikenal sebagai politikus Demokrat ini maju dari jalur independen.
“Pemberhentian berikut dan terakhir adalah Balai Kota (New York City),” ucap Mamdani lewat twitter seperti dikutip dari Fox News.
Setelah disahkan sebagai pemenang, Mamdani akan mulai memimpin kota terbesar di AS itu pada Januari 2026.
Kemenangan Mamdani didapat kendati menghadapi tekanan besar dari elite senior politik di AS, termasuk Presiden Donald Trump.
Trump menyerang Mamdani dengan menuding sebagai komunis. Mamdani juga dituduh menganut paham komunis.
Latar belakang Mamdani sebagai keluarga Muslim [Mamdani penganut Syiah Dua Belas Imam] serta rencana kebijakannya, menjadi sasaran empuk bagi elite bisnis dan media konservatif AS.
Apalagi fokus kebijakan Mamdani adalah pada biaya hidup warga biasa AS, serta kenaikan pajak bagi orang kaya.
Merespons serangan-serangan itu, Mamdani yang memiliki darah India ini membalas atas kepiawaian kampanye media sosial dan rajin turun lapangan. Mamdani pun mendapat dukungan suara dari kelompok muda serta progresif.
