Zulhas Diadukan ke Bareskrim Terkait Tahiyat Jadi Dua Jari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Ketum Forum Umat Islam Bersatu, Rahmat Himran mengadukan Mendag Zulkifli Hasan di Bareskrim Polri, Kamis (21/12/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum Forum Umat Islam Bersatu, Rahmat Himran mengadukan Mendag Zulkifli Hasan di Bareskrim Polri, Kamis (21/12/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sekelompok orang yang menamakan diri Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) mendatangi Bareskrim Polri. Kedatangan mereka untuk melaporkan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) terkait pernyataannya 'tahiyat jadi dua jari'.

Laporan yang dibuat FUIB bukan dalam bentuk laporan polisi, tapi pengaduan masyarakat (dumas). Laporan itu telah diterima Dittipidsiber Bareskrim Polri.

"Melaporkan Zulkifli Hasan terkait pidato yang dia sampaikan beberapa hari yang lalu. Di mana pidatonya dinilai mengandung unsur penistaan agama. Di mana salat dijadikan permainan, dijadikan guyonan sama Zulkifli Hasan," kata Ketum FUIB, Rahmat Himran kepada wartawan, Kamis (21/12).

"Itu tidak layak ibadah salat yang merupakan ibadah fardu yang dianjurkan dalam Al-quran dijadikan bahan guyonan bahan mainan oleh Zulkifli Hasan," imbuh dia.

Dalam pengaduan tersebut, Rahmat mengaku menyerahkan sejumlah barang bukti berupa video dan dokumen terkait pernyataan Zulhas yang diduga memuat penistaan agama itu.

Rahmat berharap, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bisa segera mengusut pengaduan tersebut dan menangkap Zulhas.

"Jika Kapolri tidak memproses Zulhas, kita khawatir akan terjadi konflik, akan terjadi dampak horizontal di tingkat masyarakat yang ada di Indonesia," ucap Rahmat.

Pernyataan Zulhas yang diduga menodai agama Islam terkait bacaan surat Al Fatihah dan tahiyatul akhir dalam acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) pada Selasa, 19 Desember 2023.

Dalam tayangan video, dia mencoba menghibur peserta acara dengan mengatakan:

“Saking cintanya kepada Prabowo Subianto, ada jemaah yang menggunakan dua jari saat tahiyatul akhir, karena berdasarkan nomor urut. Bahkan ketika imam usai membacakan Al Fatihah suasana bisa jadi diam.”