Zulhas: RUU HIP Jika Dibahas Bisa Jadi Krisis Ideologi, Untung Pemerintah Tunda

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat Rapat Kerja Nasional PAN Tahun 2019 di Millennium Hotel, Jakarta Pusat.
 Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat Rapat Kerja Nasional PAN Tahun 2019 di Millennium Hotel, Jakarta Pusat. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Ketum PAN Zulkifli Hasan menyambut baik keputusan pemerintah menunda pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di tengah pandemi corona. Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyebut jika RUU HIP tetap dilanjutkan, maka akan menghadirkan krisis ideologi dan krisis sosial, di tengah krisis kesehatan dan ekonomi selama pandemi corona.

"Kita bersyukur kemarin di DPR, ada RUU HIP ya sudah cepat tanggap pemerintah menghentikan. Karena kalau itu terus juga dibahas, bisa krisis kesehatan, melahirkan krisis ekonomi, bisa melahirkan krisis ideologi dan pada akhirnya krisis sosial," kata Zulhas dalam peluncuran buku anggota Komisi IX Fraksi PAN Saleh Daulay berjudul 'Mengadang Corona: Advokasi Publik di Masa Pandemi' secara virtual, Jumat (10/7).

Zulhas mengatakan, selama pandemi corona, seluruh negara yang terdampak, mengalami ancaman krisis yang harus dihadapi seperti Amerika Serikat yang diprediksi akan mengalami minus hingga 15 persen. Dia pun berharap pemerintah dapat fokus bekerja menangani ancaman krisis ekonomi daripada membahas RUU HIP yang menjadi kontroversi.

Garuda Pancasila Foto: Antara/Muhammad Iqbal

"Kemarin saya baru diterima oleh Pak Presiden, menyampaikan awal krisis kesehatan sekarang berkembang menjadi krisis ekonomi. Kita menyaksikan negara-negara maju terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi mengerikan ada yang minus 10. Amerika kalau enggak salah minus 15. Kita bersyukur kuartal pertama kita masih positif hampir 3 persen," tuturnya.

"Memang kuartal kedua, kita ini kita kontraksi minus hampir 4-4,5 persen dan diperkirakan setahun nanti, akhir tahun kita akan kontraksi pertumbuhan ekonomi kita minus 1 persen antara minus 1 persen positif 2 persen. Dibanding negara maju sekalipun sebetulnya kita lebih lumayan. Tetapi apapun ini sangat berat tidak ringan," lanjutnya.

embed from external kumparan

Wakil Ketua MPR itu pun mengatakan pemerintah harus menjamin kebutuhan pangan masyarakat, sebagai salah satu upaya menangani krisis ekonomi. Sehingga ia juga telah meminta Presiden Jokowi menjamin kebutuhan pokok.

"Saya yakin kita bisa hadapi seberat apa pun persoalan yang kita hadapi asal kita sama-sama. Kedua saya sampaikan kepada pemerintah orang Indonesia sederhana; asal perut kenyang seberat apa pun kita bersatu biasanya kita bisa atasi. Saya sampaikan kemarin pertemuan dengan presiden penting agar kita terjamin kebutuhan bahan pokok," tuturnya.

Selain itu, Zulhas juga meminta seluruh pihak untuk bersatu menghadapi pandemi corona. Sehingga, seluruh ancaman krisis dapat dihadapi dengan baik.

"Kalau itu bisa kita bersatu karena berpecah belah tak akan selesaikan masalah. Kita bersatu bersama hadapi COVID ini percaya dan yakin kita bisa melewati semua iu," tandas Zulhas.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)