Zulhas Soal PAN Dijuluki 'Partai Artis Nasional': Artis Punya Talenta Luar Biasa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), menanggapi julukan PAN sebagai "Partai Artis Nasional". Menurutnya, PAN tidak membeda-bedakan latar belakang siapa pun yang ingin bergabung, termasuk dari kalangan artis.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas usai melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta beserta jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-DKI Jakarta periode 2024–2029 di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Zulhas memilih Uya Kuya menjadi ketua.

"Ya, Partai PAN itu kadang-kadang diplesetkan Partai Artis Nasional, ya. Nah, kami tidak membeda-bedakan siapa pun yang cinta terhadap bangsa kita, cinta tanah air, bergabung sama kita, apalagi artis," kata Zulhas kepada wartawan.

Menurut Zulhas, artis memiliki kemampuan dan potensi yang dapat berkontribusi dalam membesarkan partai. Ia menilai sejumlah kader PAN yang berasal dari dunia hiburan mampu menunjukkan kreativitas dan produktivitasnya.

Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta beserta jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-DKI Jakarta periode 2024-2029 di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

"Artis itu punya talenta-talenta yang luar biasa, cerdas-cerdas, ya, seperti Eko Patrio, Uya Kuya, gitu. Tadi kan teman-teman lihat betapa mereka kreatif, kerjanya sangat produktif, cerdas-cerdas," ujarnya.

Ia bahkan menyinggung latar belakang pendidikan Ketua DPW PAN DKI Jakarta yang baru, Surya Utama atau Uya Kuya. Zulhas menilai, Uya memiliki latar belakang akademik yang sejalan dengan bidang politik.

"Dan Uya Kuya itu lulusan UI, ya, jurusan apa, FISIP UI. Studinya memang politik, gitu," katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyinggung capaian Eko Patrio selama memimpin PAN DKI Jakarta. Menurutnya, Eko sempat dipandang sebelah mata saat menjabat sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta.

Namun, Ia melihat Eko mampu membuktikan kinerjakanya. Zulhas menyebut kepemimpinan Eko berhasil meningkatkan perolehan kursi partai dan berharap capaian tersebut dapat dilanjutkan oleh Uya Kuya.

Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta beserta jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-DKI Jakarta periode 2024-2029 di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

"Jadi, kinerja Ketua PAN dulu Eko Patrio dari 2 jadi 10. Yang dulu ditertawakan, 'Oh, kok jadi ketua partai?', gitu ya kan? Tapi dari 2 jadi 10. RI-nya 3, jadi 3, gitu ya,” kata Zulhas.

Zulhas pun optimistis Uya Kuya mampu melanjutkan kepemimpinan DPW PAN DKI Jakarta dengan capaian serupa.

"Begitu juga Uya, tadi lihat acaranya luar biasa. Saya kira begitu," tutup Zulhas.

Sebelumnya Zulhas resmi melantik anggota DPR RI Surya Utama atau Uya Kuya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta menggantikan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio.