3 Hal yang Bikin Umur Baterai Mobil Listrik Panjang

29 Juni 2022 17:25
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Platform motor listrik dan baterai Hyundai IONIQ 5 meluncur di Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
ADVERTISEMENT
Populasi mobil listrik di Indonesia kini terus mengalami peningkatan. Banyak agen pemegang merek yang berlomba-lomba untuk menghadirkan kendaraan listrik yang terjangkau namun tetap menawarkan daya jelajah yang jauh.
ADVERTISEMENT
Sayangnya saat ini tak dipungkiri masih banyak masyarakat yang awam terhadap teknologi pada mobil listrik. Mulai dari cara penggunaannya, hingga perawatannya. Sehingga dibutuhkan edukasi yang lebih sering lagi.
Nah bagi Anda yang saat ini sudah memiliki atau baru berencana meminang mobil listrik, tak ada salahnya memahami kebiasaan apa saja yang bisa membuat kapasitas baterai jadi lebih boros dan mempengaruhi keawetan baterai. Berikut lengkapnya.

Hindari terlalu sering mengecas pakai fast charging

Tampilan mobil listrik buatan Cikarang, Hyundai IONIQ 5. Foto: Muhammad Haldin Fadhila/kumparan
Hal pertama yang sebaiknya sering dihindari adalah pengecasan pada stasiun pengisian fast charging berarus DC yang punya Watt besar seperti 50, 100, atau 150 kW. Sebab, dengan penggunaan pengecasan berarus besar akan membuat usia baterai jadi lebih pendek
"Mungkin kita memakainya dalam konteks ketika kita bepergian ke luar kota, di mana kita mengejar waktu dan butuh pengecasan cepat, itu tidak masalah karena konteksnya kita butuh cepat," terang Product Experts PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Bonar Pakpahan, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Apabila konteksnya pemakaian di dalam kota seperti dari rumah ke kantor atau dari rumah ke pusat perbelanjaan, Bonar menyarankan agar mengecas baterai di rumah. Ini juga jauh lebih hemat secara biaya pengisiannya.
"Karena listrik rumah itu kan AC bukan DC arusnya, terus juga dayanya itu juga tidak sebesar seperti yang di charging station. Jadi justru dengan pemakaian listrik AC itu akan membuat baterai lebih awet," beber Bonar.

Hindari gaya berkendara agresif

Test Drive Hyundai IONIQ 5. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Hal berikutnya yang akan mempengaruhi keawetan baterai mobil listrik, yakni mengenai gaya berkendara. Semakin sering mobil dipakai kebut-kebutan atau gaya berkendara yang agresif, maka akan membuat baterai jadi cepat habis.
Efeknya apabila daya baterai jadi cepat habis, akan berpengaruh pada usia baterai itu sendiri.
ADVERTISEMENT
"Kalau kita bicara keawetan dan efisiensi berkendara, ya bawa mobilnya yang santai. Dalam artian jangan ngebut-ngebut atau menginjak pedal akselerator secara tiba-tiba. Memang torsinya yang besar 350 Nm itu kan sangat menyenangkan sekali, tapi jangan kelupaan soal baterai juga," ujar Bonar.

Rutin perawatan berkala

Test Drive Hyundai IONIQ 5. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Hal lain yang mempengaruhi keawetan dan efisiensi baterai, yakni dalam hal perawatan. Mulai dari perawatan sepele sampai perawatan rutin di bengkel resmi.
"Contoh paling sederhana deh, seberapa sering sih kita mengecek tekanan angin ban. Sebaiknya tekanan angin ban itu dicek setiap 2 minggu sekali secara mandiri. Tapi siapa sih di antara kita-kita ini yang sering melakukan itu? padahal tekanan angin ban itu punya efek yang besar dan merupakan faktor penting terhadap baterai," ujar Bonar.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, kata Bonar, apabila tekanan angin ban selalu berada pada tekanan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan, maka baterai akan lebih efisien dan awet.
***