kumparan
search-gray
Otomotif28 Juli 2020 6:32

4 Kesalahan Membonceng Anak Kecil yang Bikin Celaka

Konten Redaksi kumparan
4 Kesalahan Membonceng Anak Kecil yang Bikin Celaka (19419)
Ilustrasi membonceng anak kecil di sepeda motor. Foto: thesummitexpress.com
Membonceng anak kecil di sepeda motor tak bisa dilakukan sembarangan. Bila lalai sedikit saja, berpotensi menimbulkan risiko besar, sampai kecelakaan fatal.
ADVERTISEMENT
Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Main Dealer Honda PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) mengungkapkan, setidaknya ada 4 kesalahan pemotor saat membonceng anak kecil.
Ingat hal berikut ini seharusnya dihindari dan jangan dilakukan.

1. Posisi salah anak di atas sepeda motor

Tak sedikit pemotor menempatkan anak di sisi depan pengendara sepeda motor. Ini perbuatan yang salah.
Karena saat berkendara, kita melawan arah angin, sehingga berpotensi ada debu dan binatang yang beterbangan. Bahkan bila terjadi kecelakaan atau tabrakan dari sisi depan, sang anak tak terlindungi apa pun.
4 Kesalahan Membonceng Anak Kecil yang Bikin Celaka (19420)
Ilustrasi membonceng anak kecil di sepeda motor. Foto: radiantphotograph.com

2. Tak menggunakan safety gear

Selain itu, anak juga tidak dilengkapi dengan helm. Kebanyakan berpikir seorang anak kecil tidak akan dikenakan pasal dalam penggunaan helm.
ADVERTISEMENT
Selain melanggar konsep keselamatan berkendara, itu juga menyimpang dari aturan hukum, seperti pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Tertulis di pasal 57, setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi perlengkapan kendaraan bermotor, di mana dalam hal sepeda motor adalah penggunaan helm.

3. Berkendara satu tangan

Kesalahan berikutnya, berkendara dengan satu tangan (kanan biasanya), dan tangan lainnya digunakan memegang anak saat berkendara.
Bisa jadi anak berada di posisi depan, atau juga duduk di belakang, dan si anak dalam kondisi tertidur.

4. Anak berdiri di atas sepeda motor

Lalu, membiarkan anak berdiri saat sepeda motor dikendarai, sehingga pembonceng dewasa tidak berpegangan kepada pengemudi motor, tetapi memegang si anak yang berdiri.
ADVERTISEMENT