55 Tahun Mitsubishi Fuso: Serap Ratusan Tenaga Kerja dan Industri Komponen
·waktu baca 2 menit

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai pemegang merek Mitsubishi Fuso merayakan eksistensi 55 tahun berkiprah di pasar mobil komersial Tanah Air. Sepanjang perjalanan itu, PT KTB ikut berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja di industri otomotif.
“Kami bangga bahwa selama 55 tahun ini, kami telah turut serta membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan masyarakat Indonesia, baik secara langsung di fasilitas ini, maupun secara tidak langsung di seluruh jaringan ekosistem kami,” kata Aji Jaya, Sales and Marketing DIrector PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (12/11/2025).
PT KTB berdiri pada 1970 dan mendirikan fasilitas perakitan yakni PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) dan PT Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing (MKM) pada 1973.
Bicara tenaga kerja, proses perakitan di fasilitas PT KRM melibatkan lebih dari 500 karyawan tetap PT KTB. Awak kumparan melihat langsung bagaimana para pekerja lokal menjadi mayoritas dalam proses produksi dengan bantuan mesin dan conveyor.
Selain itu, dalam produksi Mitsubishi Fuso, KTB turut bekerja sama dengan 100 perusahaan rantai pasok komponen. Kemitraan tersebut pun bukan sekadar investasi modal, melainkan juga transfer teknologi dan pengetahuan.
Berbagai model lahir di pabrik KRM, mulai dari era Mitsubishi Colt Diesel hingga bertransformasi menjadi Mitsubishi Fuso Canter di segmen Light Duty Truck (LDT). Selain itu, ada juga Mitsubishi Fuso Fighter X sebagai andalan untuk kelas Medium Duty Truck (MDT).
Adapun sejumlah tahapan presisi dan detail dalam setiap langkah produksi produk Mitsubishi Fuso. Diawali dari chassis assembly, engine installation, hingga running test. Semua dilakukan di fasilitas PT KRM.
Presiden Direktur PT KRM, Duljatmono mengatakan, pihaknya mengadopsi sistem production tracking berbasis QR code pada kabin dan sasis untuk memantau progres perakitan, termasuk jika ada cacat di setiap unit secara real-time.
“Sistem ini akan kami kembangkan menjadi Manufacturing Execution System (MES) sebagai langkah strategis menuju integrasi menyeluruh antar proses produksi,” ungkap Duljatmono di kesempatan serupa.
Teknologi MES yang dimaksud bekerja untuk memastikan pengelolaan data secara nyata dan transparan. Tujuannya satu, memaksimalkan efisiensi, akurasi, dan kualitas produksi.
Saat ini, perkembangan ekosistem terus diperluas hingga memiliki 226 jaringan diler Mitsubishi Fuso yang menjangkau 170 kota di 33 provinsi. Tercatat lebih dari 1,5 juta truk Mitsubishi Fuso beroperasi di lintas logistik Indonesia.
