Abu Vulkanik Berpotensi Ganggu Kinerja Sensor dan ADAS Mobil?

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sensor kemera ADAS pada Hyundai Creta. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sensor kemera ADAS pada Hyundai Creta. Foto: Sena Pratama/kumparan

Perkembangan teknologi otomotif saat ini membuat mayoritas mobil keluaran terbaru dibekali dengan berbagai sensor canggih, kamera, dan radar keselamatan aktif seperti Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS.

Fungsi-fungsi otomatis seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, hingga Autonomous Emergency Braking sangat mengandalkan kebersihan optik dan transmisi gelombang sensor agar berfungsi secara presisi.

Namun, kecanggihan teknologi keselamatan tersebut berisiko terganggu ketika kendaraan melintasi kawasan yang terpapar sebaran abu vulkanik. Karakteristik partikel abu vulkanik yang sangat halus dapat dengan mudah menempel dan membentuk lapisan kotoran tipis di atas permukaan lensa kamera maupun panel radar kendaraan.

Kondisi penumpukan kotoran tersebut dapat berpotensi memicu pembacaan yang tidak akurat, memicu peringatan kekeliruan pada panel instrumen, hingga berpeluang melumpuhkan fungsi keselamatan otomatis secara mendadak.

Sensor Toyota Safety Sense (TSS) di balik kaca depan Toyota Fortuner 2.8 4x4 GR-S 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan

Akademisi dan Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mengingatkan bahwa lapisan abu vulkanik dinilai sudah cukup untuk mengaburkan visibilitas perangkat ADAS.

"Pada mobil-mobil modern, kamera dan radar ADAS juga perlu dibersihkan dengan benar karena lapisan abu tipis saja dapat mengganggu pembacaan sensor," buka Yannes dihubungi Minggu (6/9).

Selain mengganggu kinerja sistem elektronik, sifat abrasif dari abu vulkanik juga menyimpan potensi bahaya fisik bagi komponen optik sensor atau kaca depan kendaraan. Apalagi kebanyakan modul kamera ADAS di letakkan di balik kaca depan.

"Sementara pada kaca, jangan langsung mengaktifkan wiper ketika permukaannya masih tertutup abu kering karena partikelnya yang abrasif berpotensi untuk dapat menggores kaca dan merusak karet wiper," imbuh Yannes.

Yannes menekankan pentingnya pemeriksaan dan pembersihan secara menyeluruh pada seluruh komponen sensitif kendaraan setelah melintasi wilayah dengan abu vulkanik pekat.

Proyeksi kerja sensor ADAS XPeng L03. Foto: Xpeng

"Jadi setelah kendaraan melewati paparan abu vulkanik yang cukup pekat, jangan hanya fokus mencuci bodinya. Filter udara mesin, filter kabin, radiator dan kondensor, sistem rem, wiper, sensor ADAS, kolong, serta celah-celah bodi juga perlu diperiksa dan dibersihkan," tutur Yannes.

Proses pembersihan sensor dan area kaca di depan kamera ADAS disarankan menggunakan semprotan air mengalir bertekanan lembut serta kain microfiber halus untuk mencegah timbulnya goresan mikro yang dapat merusak akurasi pemindaian sistem keselamatan.

instagram embed