Ada Pandemi, Jokowi Minta Implementasi B30 dan B100 Jalan Terus

15 April 2021 13:53
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
lustrasi B100. Foto: Dok. Kementerian Pertanian
zoom-in-whitePerbesar
lustrasi B100. Foto: Dok. Kementerian Pertanian
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo mengatakan meski dalam kondisi pandemi, implementasi bioenergi B30 dan B100 harus tetap dijalankan. Ini dilakukan demi menekan impor migas dan pengurangan penggunaan energi fosil.
ADVERTISEMENT
"Transformasi menuju green teknologi, produk green ke depan akan menjadi ekonomi hijau menjadi tumpuan kita karena punya potensi, B30, B100 harus terus dilanjutkan," ujarnya dalam pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 secara virtual, Kamis (15/4).
Presiden Joko Widodo resmi membuka pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 secara virtual di Istana Negara, Kamis (15/4). Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo resmi membuka pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 secara virtual di Istana Negara, Kamis (15/4). Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Saat ini Indonesia tengah menerapkan penggunaan bioenergi B30, berupa pencampuran 30 persen biodiesel, dengan 70 persen bahan bakar minyak jenis solar. Hasilnya produk biosolar B30.
Program ini sudah diberlakukan sejak Januari 2020, sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2015, tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008, tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati sebagai Bahan Bakar Lain.
Namun belum cukup di situ, Jokowi meminta penggunaan bahan bakar biosolar murni atau B100 juga bisa cepat direalisasikan. B100 merupakan bahan bakar Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari minyak nabati atau lemak hewani untuk diaplikasikan ke mesin motor Diesel.
ADVERTISEMENT
Mengutip laman resmi Kementerian Pertanian, uji coba penggunaan biodiesel B100 sebenarnya telah dilakukan medio 2019 lalu. Hasilnya, efisiensi bahan bakar mobil yang diuji meningkat dari yang biasanya 9 km/liter, kini menjadi 13,1 km/liter.
Penghematan tersebut tentunya sejalan dalam memenuhi komitmen pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca, stabilisasi harga CPO, meningkatkan nilai tambah melalui hilirasisasi industri kelapa sawit, hingga mengurangi konsumsi BBM tercapai.
lustrasi B100. Foto: Dok. Kementerian Pertanian
zoom-in-whitePerbesar
lustrasi B100. Foto: Dok. Kementerian Pertanian
Tak cuma itu, penggunaan biosolar juga menjadi upaya melepas ketergantungan energi fosil, dan menggantinya dengan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Lebih lanjut, Jokowi berharap dalam waktu bersamaan penerapan kendaraan berbasis listrik juga semakin dipacu. "Demikian juga dengan pengembangan industri mobil listrik juga harus dipercepat. Saya harapkan menjadi industri unggulan indonesia," katanya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020