Ada Pemilu, Gaikindo Pede Penjualan Mobil Tembus 1,1 Juta Unit Tahun 2024

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung melihat interior mobil Toyota Yaris GR Sport  di Cabang Auto2000 Tebet Saharjo, Jakarta, Rabu (7/12). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melihat interior mobil Toyota Yaris GR Sport di Cabang Auto2000 Tebet Saharjo, Jakarta, Rabu (7/12). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah mematok target penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit tahun depan. Lebih tinggi dari tahun ini sebanyak 1,05 juta unit.

Menurut Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, asosiasi optimistis kondisi market pada 2024 akan bergairah. Apalagi akan banyak merek baru, sehingga pilihan model bisa memacu perkembangan pasar.

Mobil bekas di Astra Auto Fest 2020 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Di sisi lain, Bank Indonesia juga telah menyampaikan bahwa perekonomian nasional tahun depan diproyeksikan tumbuh sekitar 4,7 persen hingga 5,5 persen, dan tetap tumbuh pada 2025.

"Tahun depan proyeksinya di 1,1 juta unit, lebih tinggi. Kami harap ada perbaikan dari tahun 2023 yang 1,050 juta unit," kata Kukuh kepada kumparan belum lama ini.

Astra Auto Fest 2019. Foto: Bangkit Jaya Putra

Situasi politik yang memanas, disertai dengan pemilihan umum (pemilu) lanjut Kukuh, tidak akan mengganggu penjualan nasional.

"Kami tidak mengaitkannya dengan politik ya, kalau dilihat data Gaikindo itu pemilu tidak berpengaruh terhadap penjualan. Tidak ada penurunan, malah harapannnya belanja semakin baik," pungkasnya.

Penjualan mobil konsisten di 1 juta unit

Menilik data Gaikindo selama sepuluh tahun terakhir, penjualan mobil mengalami fluktuatif. Puncak penjualan paling banyak dialami pada 2012, menyentuh 1,2 juta lebih.

Selang empat tahun berikutnya penjualan mengalami penurunan. Meski setiap tahunnya bertahan di atas 1 juta, tepatnya di bawah 1,1 juta unit.

Perbandingan penjualan mobil dari tahun ke tahun. dok. kumparan

Adapun penurunan penjualan terbesar dalam sejarah terjadi pada 2020 saat COVID-19 melanda. Market anjlok, merosot tajam menjadi 500 ribuan unit.

Masih diselimuti pandemi, setahun berikutnya kondisi pasar mulai menunjukkan pemulihan. Penjualan naik 60 persen menjadi sekitar 800 ribuan unit.

Hingga akhirnya Gaikindo kembali merekam penjualan langsung maupun distribusi ke diler pada 2022 mencapai 1 juta unit kembali.

Mobil di diler Nissan Foto: dok. NMI

Sayangnya pada 2023 ini penjualan mobil dalam negeri melemah. Musababnya kenaikan suku bunga The Fed, ditambah pengetatan persyaratan kredit, yang imbasnya mengerem pertumbuhan penjualan.

Berdasarkan data terakhir, wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler sepanjang Januari-November 2023 sebanyak 942.686 unit. Jauh dari target 1,050 juta unit yang dibidik Gaikindo.