Agar Tidak Celaka, Begini Penempatan APAR yang Benar di Dalam Mobil

Pemerintah lewat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan regulasi baru soal adanya perlengkapan wajib alat pemadam api ringan (APAR) di mobil baru mulai Januari tahun ini.
Meski memang aturan ini hanya ditujukan pada mobil baru, tapi tak ada salahnya untuk keamanan, mobil produksi lama tetap disematkan.
Nah, ternyata penempatan APAR di dalam kabin tak boleh sembarangan. Menurut founder sekaligus Instruktur Senior Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Jusri Pulubuhu lokasi paling aman dan ideal APAR harus mudah dijangkau dan mudah dilepas.
"Faktanya masih banyak pemilik mobil yang meletakkan APAR di sembarang tempat. Paling nyeleneh ditaruh di bagasi belakang yang terpisah dari pengemudi dan penumpang. Paling benar posisinya mudah dijangkau dan mudah dilepas, tapi bukan mudah terlepas ya," kata Jusri kepada kumparan, Jumat (22/1).
Untuk posisinya, Jusri menyarankan ditempatkan di bawah jok pengemudi atau penumpang dan bisa juga diletakkan di antara console dekat rem tangan. Namun pastikan posisinya aman di dalam bracket (dudukan APAR).
"Untuk mobil sedan, lokasi ini paling cocok karena akan mengokupasi ruang kepala atau badan si pengemudi. Tapi kalau mobil MPV atau SUV yang lebih luas, bisa ditaruh di pilar B tepat di belakang jok pengemudi," ungkapnya.
Penataan APAR yang tepat, lanjut Jusri, sangat penting ketika terjadi hal yang tak diinginkan. Contohnya saat terjadi kebakaran, pengemudi atau penumpang bisa dengan sigap menjangkau APAR sehingga bisa memadamkan api dengan cepat.
Sementara dalam kasus lain, ketika terjadi kecelakaan, penempatan APAR yang tepat tak akan merugikan pengemudinya.
"Misalnya juga terjadi kecelakaan, bisa saja APAR ini karena objek yang keras bisa mematikan buat penumpang dan pengemudi. Karena dia akan meluncur sesuai inersia atau momentum kecepatan sebelum kendaraan berhenti," pungkasnya.
Jangan salah pilih APAR
APAR sendiri terbagi menjadi 5 klasifikasi. Beda jenis beda pula penanganan untuk objek kebakarannya, agar paham simak 5 kelas APAR:
Kelas A, kebakaran yang disebabkan bahan padat non logam seperti plastik, kain, kayu, dan sebagainya
Kelas B, kebakaran dari bahan cair seperti bensin, minyak, alkohol, dan lainnya
Kelas C, kebakaran karena instalasi listrik
Kelas D, penyebabnya bahan logam seperti sodium, magnesium, alumunium, lithium, potassium, dan lainnya
Kelas E, merupakan kebakaran akibat minyak masak atau lemak yang digunakan untuk memasak.
Saran Jusri, kebakaran pada mobil biasanya disebabkan dari kasus A, B, dan C. Maka paling baik pilih spesifikasi APAR yang memiliki komposisi serbuk kimia (dry chemical powder).
"Jadi APAR ini ada yang berbahan powder dan foam, jenis di mobil paling tepat adalah powder di antara A, B, dan C. Karena semua unsur bahan bakar minyak, plastik, kelistrikan ada di situ." ungkapnya.
Perhatikan masa kedaluwarsa
Nah sementara untuk masa kedaluwarsa APAR powder atau dry chemical powder memiliki masa pakai mencapai 5 tahun. Jika tidak digunakan, namun sudah kedaluwarsa potensi tekanan dan komposisi di dalam APAR pasti akan berkurang.
"Oleh karena itu informasi kedaluwarsa pada APAR selalu diperiksa bahkan dilakukan audit oleh Depnaker. Mengapa harus? jadi ketika terlewati masa itu validitas isi APAR akan berkurang yang tentunya berpengaruh pada performa seperti pressure atau bahan kimianya," kata Jusri.
