Ahli Safety Driving: Kejar Begal Baiknya Sambil Diklaksonin

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah mobil menabrak dua remaja pembawa sajam di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah mobil menabrak dua remaja pembawa sajam di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Sebuah video viral menampilkan sebuah mobil menabrak motor yang dikendarai dua remaja pembawa senjata tajam jenis celurit. Diduga, pengendara motor merupakan pelaku begal. Kejadian itu terjadi di Jalan Raya Mayjen Bambang Sugeng Mertoyudan, Magelang.

"(Kejadian) sekitar pukul 04.00 WIB, tepatnya di depan Ruko Metro Square, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang," kata Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudussy kepada wartawan, Senin (6/3).

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika korban atau pelapor bernama Kholik (44) sedang mengendarai mobilnya di jalan tersebut. Kemudian, Kholik melihat dua orang pemuda mengendarai motor, mengejar ibu-ibu sambil membawa senjata tajam.

video youtube embed

Melihat kejadian tersebut, dirinya tak tinggal diam, ia memepet motor itu. Namun, pelaku justru membacokkan celurit tersebut ke arah kap mobil Kholik.

"Sesampainya di depan Ruko Metro Square dua remaja tersebut terserempet mobil korban dan menabrak truk yang sedang parkir, setelah itu korban langsung menghubungi Polsek Mertoyudan," ujar Iqbal.

Kejar begal lebih baik diklaksonin

Belajar dari hal ini, instruktur keselamatan berkendara yang juga pendiri Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan hal tersebut (menabrak begal) tidak bisa dibenarkan walaupun niatnya membantu.

“Karena di negara hukum, walaupun yang bersangkutan melakukan intimidasi, terus kita dengan dalih membela diri atau melarikan diri dan membuat cedera, kasus lain akan muncul yang dilandasi dengan dasar hukum. Kita bisa ada tuntutan balik dari hukum,” katanya saat dihubungi kumparan, Selasa (7/3).

Ilustrasi membunyikan klakson mobil Foto: dok. Shutter Stock

Menurutnya, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membuat takut si pelaku tanpa melukainya. Seperti, membuat kegaduhan dengan membunyikan klakson. Intinya, membuat si pelaku tidak nyaman untuk melakukan tindak kejahatan.

“Kita juga bisa sambil merekam kejadian tersebut dengan handphone atau dashcam agar memiliki bukti. Setelahnya, kita laporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib,” terangnya.

Ilustrasi geng motor. Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Jusri juga menambahkan agar tidak gegabah saat menemui kejadian tersebut. Sebab, tindakan nekat bisa menempatkan diri yang awalnya bukan korban menjadi dalam bahaya.

“Jangan membuat emosi. Pelaku bersikap impulsif atau nekat kalau terintimidasi atau melawan. Mereka bisa melakukan tindakan nekat membunuh dan lainnya. Jadi, lebih baik berhati-hati dan jangan gegabah,” pungkasnya.

video youtube embed