AHM Respons Dana Rp 200 Triliun Himbara: Bisa Genjot Kredit Motor UMKM
·waktu baca 2 menit

Pemerintah kembali mengambil langkah strategis untuk mendorong perekonomian nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun dalam bentuk deposito di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Rencananya dana tersebut tidak akan ditarik selama enam bulan ke depan. Sementara penyalurannya akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak perbankan guna menggenjot sektor produktif.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menggerakkan berbagai sektor pembiayaan, termasuk industri otomotif yang masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Sektor kendaraan roda dua menjadi salah satu yang dinilai bisa merasakan efek domino dari kebijakan pemerintah ini.
PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai pabrikan sepeda motor Tanah Air menyambut positif langkah tersebut. Meski begitu, perusahaan mengaku belum menyiapkan skema kerja sama khusus dengan Himbara terkait penyaluran dana jumbo tersebut.
“Enggak (ada rencana), secara langsung kita enggak. Tapi berharap guliran ke ekonominya ada kemungkinan. Karena itu kan ke UMKM, ke yang di bawah. Soalnya motor juga dipakai masyarakat,” ujar Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi, di Tangerang, baru-baru ini.
Octavianus menilai potensi dana Rp 200 triliun itu sangat besar untuk mengalir ke sektor riil, termasuk masyarakat lapisan bawah. Menurutnya, motor masih menjadi kebutuhan penting sebagai alat mobilitas, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan transportasi efisien.
Meski ada peluang, AHM menegaskan pola pembiayaan yang berlaku saat ini masih sebatas jalur normal.
“Kerja sama normal saja. Kalau memang mau beli sepeda motor kredit, ya kami selayaknya normal saja,” ucap Octavianus.
Ia menambahkan, sebagian konsumen memang memanfaatkan fasilitas kredit perbankan untuk membeli sepeda motor Honda. Namun, jumlahnya tidak terlalu dominan.
“Pasti ada, tapi enggak banyak. Kami enggak punya angkanya, karena kadang-kadang konsumen kredit, terus dia beli ke kami cash. Jadi kami deteksinya enggak mudah. Tidak ada skema khusus,” kata Octavianus.
Dengan adanya penempatan dana besar di bank-bank milik negara, pelaku industri otomotif berharap dapat merasakan dampak positif secara bertahap.
Nantinya, penyaluran kredit ke sektor UMKM meningkat, permintaan kendaraan bermotor pun diyakini bisa ikut terangkat, menjadi pemicu tambahan pertumbuhan pasar roda dua di Indonesia.
