AHM Ungkap Peran Komunitas Motor: Beri Masukan hingga Kampanye Safety Riding

Komunitas motor berkembang menjadi tempat bagi pengguna untuk berbagi pengalaman, melakukan touring, hingga mengikuti berbagai kegiatan bersama. Peran komunitas tersebut turut dibahas dalam sesi diskusi kumparan On The Road bersama PT Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta Selatan, Minggu (6/9).
Sepeda motor tidak hanya digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Bagi sebagian pengguna, motor juga menjadi bagian dari hobi sekaligus cara untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama melalui komunitas.
General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbudin, mengatakan bahwa komunitas adalah perkumpulan konsumen yang harus dihormati. Dari sana, perusahaan dapat menerima masukan maupun kritik dari para konsumen.
"Dari komunitas kami bisa mendengar suara konsumen. Kami kalau mengembangkan produk baru ingin mendapatkan suara dari mereka, termasuk keluhan-keluhan, kami harus terbuka," ujar Muhib, sapaan akrabnya, dalam sesi diskusi itu.
Ia bilang, konsumen ini menjadi bagian dari sekitar 2,6 juta orang yang berkaitan langsung dengan industri otomotif. Bagi perusahaan, hal ini sangat penting untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan industri agar mampu menyediakan solusi mobilitas produktif untuk menopang kebutuhan konsumen.
“Kami mungkin satu-satunya produsen di Indonesia, bahkan mungkin di dunia ya. Kami punya acara Honda Bikers Day. Salah satu sarana kami untuk menyediakan acara tahunan bagi komunitas melakukan engagement di antara mereka. Dari sana kami berusaha menghargai dan mengapresiasi konsumen, termasuk komunitas," lanjutnya.
Muhib menuturkan, hubungan dengan komunitas juga menjadi cara AHM untuk menjaga kedekatan dengan konsumennya. Komunitas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan soal berkendara, termasuk edukasi safety riding.
Ia berkata, dalam kegiatan safety riding tahunan, AHM tidak hanya memberikan pelatihan untuk advisor, tetapi juga menyediakan kelas khusus bagi komunitas. Mereka ikut dilibatkan agar pesan keselamatan berkendara bisa diteruskan kepada sesama pengguna motor.
"Komunitas ini adalah salah satu garda terdepan kami untuk mengkampanyekan keselamatan berkendara. Peran AHM di safety riding itu satu hal, tapi tidak bermakna kalau tidak didukung oleh pihak lain seperti komunitas," imbuh Muhib.
AHM memberikan edukasi keselamatan berkendara melalui 9 fasilitas safety riding center yang tersebar di Indonesia. Fasilitas ini digunakan untuk mengasah keterampilan berkendara sekaligus membantu pengguna memahami cara berkendara yang aman dan benar.
Pentingnya menghargai pengguna jalan lain
Sementara itu, Travel Content Creator Otomotif, Rangga Pramudita atau akrab dengan sapaan Masrang, melihat bahwa keselamatan berkendara juga mengajarkan pentingnya untuk saling menghargai sesama pengguna jalan.
"Sejauh ini saya sebetulnya bukan cara berkendara, tapi lebih ke cara menghargai pengendara lain. Bagaimana pun kalau kita mengerti serta menghargai pengendara lain itu akan lebih safety," tambahnya dalam acara yang sama.
Masrang menilai, pengendara perlu memahami kebiasaan pengguna jalan di setiap daerah. Ia mencontohkan salah satu kota di Jawa Tengah yang menurutnya memiliki kebiasaan berbeda, yakni tidak melihat kanan-kiri ketika keluar dari sebuah gang kecil. Hal ini membuat pengendara dari luar daerah perlu menyesuaikan diri.
Pemahaman terhadap kondisi jalan juga perlu diikuti kemampuan mengendalikan motor. Salah satunya melalui teknik pengereman yang tepat agar pengendara dapat merespons situasi di jalan dengan lebih aman.
"Nah, ini dia tugas dari tim safety riding Honda untuk memberitahu cara ngerem motor yang baik dan benar. Saya yakin semua orang bisa ngerem, cuma belum tahu cara yang baik dan benar," tutup Masrang.
