Alasan Kendarai Motor Tidak Direkomendasikan untuk Mudik

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemudik sepeda motor memadati jalur pantura Karawang, Jawa Barat, Senin (10/5).  Foto: M Ibnu Chazar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pemudik sepeda motor memadati jalur pantura Karawang, Jawa Barat, Senin (10/5). Foto: M Ibnu Chazar/ANTARA FOTO

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan imbauan agar masyarakat tak menggunakan sepeda motor untuk bepergian jauh ke kampung halaman di musim mudik Lebaran 2024.

"Seperti tahun lalu, saya juga mengimbau kiranya sepeda motor tidak digunakan karena memang sangat berbahaya. Dengan segala kerendahan hati," kata Budi dalam Jumpa Pers Persiapan dan Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2024 secara virtual pada beberapa waktu lalu.

Selain itu kepolisian juga mencatat ada 5.894 kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa sebanyak 726 jiwa selama momen Lebaran baik saat mudik dan balik. Jumlah kecelakaan itu tercatat sepanjang Operasi Ketupat 2023 yang digelar pada 18 April-1 Mei 2023.

Pemudik bersepeda motor melintas di jalur Pantura, jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Rabu (19/4/2023). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Dari data Korlantas Polri, kecelakaan sepeda motor saat perjalanan mudik pada tahun lalu mendominasi hingga mencapai 74 persen.

Sementara itu akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan, risiko mudik dengan sepeda motor mencakup beberapa aspek penting yang tidak bisa dianggap enteng oleh para pemudik, berikut poinnya:

Penyumbang angka kecelakaan saat mudik

Kecelakaan lalu lintas menjadi ancaman utama, tercatat sebagai penyebab utama kecelakaan selama musim mudik, dengan data menunjukkan bahwa sekitar 70% dari semua kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran melibatkan pengendara sepeda motor.

Melelahkan karena perjalanan jauh

Kelelahan juga menjadi faktor risiko yang signifikan, karena perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan dapat mengurangi kewaspadaan pengendara, meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Faktor cuaca

Cuaca buruk, seperti hujan deras dan angin kencang, menambah risiko perjalanan dengan sepeda motor, membuat pengendara lebih sulit mengendalikan kendaraannya dan meningkatkan potensi bahaya.

Rentan terhadap kejahatan

Pengendara sepeda motor juga lebih rentan terhadap kejahatan, termasuk pencurian dan perampokan, karena mereka lebih terpapar dan mudah diakses oleh para pelaku kejahatan.

“Kesadaran akan risiko ini penting bagi para pemudik untuk melakukan persiapan yang matang dan mengambil langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan potensi bahaya selama perjalanan mudik dengan sepeda motor,” ujar pria yang juga dikenal sebagai pakar otomotif ini.

Pemudik bersepeda motor melintas di jalur pantura, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (30/4/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Terpisah, Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, bila mana terpaksa menggunakan motor, maka ketahui beberapa pertimbangan yang harus disikapi para pemudik:

1. Jangan mudik dengan motor kalau belum tidur 7 jam sebelumnya.

2. Saat mudik dengan motor pasti ketemu macet, terpapar panas dan hujan, sehingga cepat lelah atau dehidrasi.

"Kontrol emosi dan ikuti arus lalu lintas. Berikutnya atur jadwal istirahat setiap 2 sampai 3 jam berkendara. Supaya badan tetap fit segera istirahat, jangan tunggu lelah tapi komitmen secara berkala," katanya.

3. Untuk pemula, jangan berkendara agresif atau grasa-grusu, atur ritme dan relax supaya tidak cepat lelah.

4. Untuk yang membawa keluarga, pastikan penumpang hanya satu orang dan jangan pakai steiger untuk muatan barang. Barang idealnya sudah dikirim menggunakan jasa ekspedisi.