Antisipasi Bensin Motor Basi Karena Kelamaan Nganggur

kumparanOTOverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangki BBM motor matik Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Tangki BBM motor matik Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Saat motor terparkir lama, perawatan rutin harus tetap dilakukan agar siap dikendarai. Salah satu yang harus diperhatikan adalah kondisi bensin pada tangki bahan bakar.

Komponen cairan tersebut seringkali luput dari pemeriksaan karena letaknya yang agak tersembunyi. Padahal bisa jadi kualitasnya menurun karena terlalu lama mengendap di tangki sehingga menjadi 'basi'.

Senior Technical Advisor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Slamet Kasianom, membenarkan hal tersebut. Menurutnya bensin sebagai cairan kimia bersifat hidrokarbon yang mudah menghasilkan residu dalam bentuk uap.

"Kalau menguap akan timbul residu, nah itu kenapa bahasa awamnya disebut basi. Akibatnya kadar oktan menurun dari standarnya, jadi itu yang suka susah bikin motor hidup," kata Slamet saat dihubungi kumparan belum lama ini.

Berapa lama?

Seorang petugas menggunakan baju kebaya saat melayani pembeli BBM di SPBU Coco Ulak Karang, Padang, Sumatera Barat, Selasa (21/4). Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Slamet menyebut, penguapan bensin dalam tangki bahan bakar biasanya dipengaruhi seberapa banyak aliran udara yang masuk ke tangki bensin. Jika kualitas tutup tangki kurang baik tentu akan mempercepat bensin basi.

"Berapa lama tergantung dari lubang yang ada ditutup tangki kalau semakin besar aliran udara yang bisa masuk kisaran 3-4 hari sudah menguap sebenernya, tapi kalo motor-motor sekarang biasanya seminggu masih oke," ujarnya.

Meski begitu, biasanya motor masih bisa dihidupkan. Hanya saya kadar oktan bensin berkurang dan bisa berakibat pada komponen mesin.

"Dalam arti basi, tapi mungkin motor masih bisa dihidupkan. Cuma kadar oktannya sudah turun jadi berpengaruh ke pembakaran tidak sempurna," lanjutnya.

embed from external kumparan

Pencegahan

Jika terpaksa harus memarkirkan motor dalam waktu yang lama, misalnya saat PSBB, lebih baik lakukan pencegahan agar bensin tidak basi. Untuk itu, Slamet menyarankan agar motor sebaiknya tetap dipanaskan setiap hari atau paling lama seminggu sekali agar bensin tetap terpakai.

Selain itu, bisa juga mengurangi aliran udara masuk ke ruang tangki dengan melapisi tutup tangki dengan plastik. Jangan lupa juga memarkirkan motor di tempat yang teduh untuk mengurangi penguapan.

"Sebaiknya kalau disimpan agak lama sebaiknya diisi penuh. Kalau tidak penuh, ada ruang kosong di tangki yang berpotensi mempercepat penguapan bensin dan tangki bisa berkarat karena tercampur dengan air," pungkasnya.

collection embed figure

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona