Otomotif
·
8 April 2021 10:46

Apakah Shell V-Power Nitro+ RON 98 Cocok untuk Motor Matik 110-125 Cc?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Apakah Shell V-Power Nitro+ RON 98 Cocok untuk Motor Matik 110-125 Cc? (551076)
searchPerbesar
Ilustrasi mengisi BBM sepeda motor. Foto: dok. AHM
Shell Indonesia resmi meluncurkan BBM terbaru dengan Research Octane Number (RON) mencapai 98. Namanya adalah V-Power Nitro+ yang dijual dengan harga Rp 11.280 per 1 liternya.
ADVERTISEMENT
Hadirnya BBM terbaru dari Shell ini lantas mengusik Pertamina dengan produknya Pertamax Turbo yang sama-sama mengemas oktan 98. Nah, dengan kadar oktan tinggi yang dimiliki V-Power Nitro+, apakah cocok untuk ditenggak motor matik entry level sekelas mesin 110 sampai 125 cc?
Apakah Shell V-Power Nitro+ RON 98 Cocok untuk Motor Matik 110-125 Cc? (551077)
searchPerbesar
Shel luncurkam BBM baru V-Power Nitro+. Foto: Dok. Shell
Shell Senior Fuel Scientist, Andreas Schaefer mengatakan V-Power Nitro+ sejatinya bisa digunakan untuk semua jenis kendaraan bensin, termasuk matik berkubikasi mesin kecil.
"Sesuai untuk semua jenis kendaraan dan direkomendasikan untuk kendaraan dengan aktivitas yang memerlukan tenaga dan akselerasi lebih," kata Andreas saat sesi peluncuran secara virtual, Rabu (7/4).
Hanya saja, kata dia, setiap kendaraan pasti akan mendapatkan perbedaan hasil terhadap V-Power Nitro+. Hal ini tentu berdasarkan spesifikasi mesin kendaraan masing-masing.
ADVERTISEMENT
"Akan memiliki respons yang berbeda terhadap Shell V-Power Nitro+ sesuai dengan gaya atau cara mengemudi individu, desain dan kondisi mesin itu sendiri," tambah dia.
Apakah Shell V-Power Nitro+ RON 98 Cocok untuk Motor Matik 110-125 Cc? (551078)
searchPerbesar
Ilustrasi SPBU Shell, Shell Reguler Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Maka dari itu, Andreas menyarankan agar pemilik kendaraan mencocokan bahan bakar dengan spesifikasi mesin. Caranya adalah dengan melihat perbandingan kompresi jantung mekanis,
"Oleh karena itu, pelanggan dapat merujuk ke acuan bahan bakar kendaraan yang dapat digunakan sesuai dengan manual dari pabrikan kendaraan," terangnya.
Kita ambil data dari The Burning Platform, pada pemaparannya ada 4 jenis RON yang harus disesuaikan dengan kompresi mesin. Berikut adalah rinciannya:
  • Perbandingan kompresi 7-8:1 gunakan bahan bakar RON 87
  • Perbandingan kompresi 8-10:1 gunakan bahan bakar RON 91
  • Perbandingan kompresi 10-11:1 gunakan bahan bakar RON 98
  • Perbandingan kompresi 11-12:1 gunakan bahan bakar RON 100.
Apakah Shell V-Power Nitro+ RON 98 Cocok untuk Motor Matik 110-125 Cc? (551079)
searchPerbesar
Test ride Yamaha Gear 125 dari Jakarta ke Sentul. Foto: dok. YIMM
Sekarang kita ambil contoh kasus untuk matik entry level di Indonesia. Misalnya Yamaha Mio Gear 125, dari laman resmi Yamaha Indonesia matik ini memiliki kompresi mesin 9,5:1 yang artinya disarankan untuk menggunakan bensin dengan ron 91.
Apakah Shell V-Power Nitro+ RON 98 Cocok untuk Motor Matik 110-125 Cc? (551080)
searchPerbesar
Mencoba Honda BeAT 2020 Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Namun jika memiliki all new Honda BeAT maka kamu bisa memilih RON 91 atau RON 98. Karena dari informasi spesifikasi pabrikan, motor ini punya perbandingan kompresi mesin 10,0:1.
ADVERTISEMENT

Dampak salah pilih RON BBM

Apakah Shell V-Power Nitro+ RON 98 Cocok untuk Motor Matik 110-125 Cc? (551081)
searchPerbesar
Ilustrasi SPBU Shell. dok. Shell
Senior Technical Advisor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Slamet Kasianom menjelaskan, menggunakan BBM tak sesuai saran pabrikan atau lebih tinggi di ruang bakar secara terus menerus justru menimbulkan efek samping.
"Oktan semakin tinggi memang bensin akan semakin susah juga untuk dibakar. Artinya butuh panas yang lebih tinggi, waktu pengapian menjadi tambah maju, dan akhirnya tidak bisa terbakar dengan sempurna," kata Slamet kepada kumparan.
Dia melanjutkan, nantinya akan ada semacam kotoran pada ruang bakar efek dari sisa BBM yang tidak terbakar. Malah bisa menimbulkan kerak karbon di ruang mesin.
"Klep juga bisa bocor, lalu misalnya komponen piston ada karbon itu bisa membara dan timbulnya pembakaran dini atau yang disebut detonasi," pungkasnya.
ADVERTISEMENT