Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Arus Balik, Ini yang Perlu Diperhatikan saat Melintasi Tol Fungsional
5 April 2025 6:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Guna mengantisipasi kemacetan saat arus balik Lebaran 2025 Korlantas bersama beberapa instansi terkait mengoperasikan beberapa jalan tol secara fungsional.
ADVERTISEMENT
Salah satu yang sudah dioperasikan secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran adalah Tol Tamanmartani (Yogyakarta-Klaten-Solo) dan Tol Japek II Selatan (Bandung-Cikampek).
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan, pengemudi harus konsentrasi penuh dan berhati-hati saat melintasi jalan tol fungsional.
“Jalan fungsional itu fasilitas infrastruktur jalan bisa berupa jalan provinsi, jalan tol, jalan arteri atau jalan tembus yang belum 100 persen jadi. Tapi bisa dilewati atau difungsikan sesuai kebutuhan dengan catatan tertentu,” kata Sony kepada kumparan Jumat (4/4/2025).
Sony mengingatkan, ketika melintasi jalan fungsional ada banyak hal yang harus diperhatikan. Bila asal melintas, tidak menutup kemungkinan bisa menimbulkan kecelakaan.
“Jalan tersebut belum aman karena umumnya tidak dilengkapi dengan rambu-rambu yang standar, tidak adanya marka jalan, alatnya masih seadanya, debunya banyak dan masih banyak faktor kekurangan lainnya,” tegasnya.
“Untuk melewati jalan fungsional agar selamat, pastikan dulu kondisi alas jalannya, bila berlubang, berdebu, licin maka sebaiknya lalui dengan hati-hati, atur kecepatan dan tidak agresif saat menginjak gas atau rem untuk menghindari gejala slip,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Ketika sudah memutuskan untuk melintasi jalur fungsional ada baiknya mengikuti rambu darurat serta arahan dari petugas yang ada di lokasi tersebut.
“Ikuti rambu-rambu darurat atau arahan petugas agar tidak salah dalam mengambil keputusan atau terjadinya salah arah,” pungkasnya.
“Minta bantuan co-driver membuka google map untuk menyelaraskan arah dan tujuan. Kuncinya jangan ngebut dan harus dengan penuh perhitungan,” tuntas Sony.