Bahaya Penularan Penyakit Kulit Kepala pada Helm yang Kotor

22 Desember 2019 8:00 WIB
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrai membersihkan visor helm Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrai membersihkan visor helm Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Helm motor supaya tetap nyaman digunakan wajib dibersihkan secara rutin. Pembersihan ini sekaligus membasmi kuman atau kotoran yang telah menumpuk sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Bila abai atau membiarkan helm dalam keadaan selalu kotor, bukan tidak mungkin akan mengundang penyakit, khususnya pada area kulit kepala.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Dikky Prawiratama menjelaskan, ada beberapa potensi penyakit kulit yang bisa ditimbulkan dari bagian dalam helm yang kotor.
Khususnya helm yang sering dipinjamkan banyak orang. Tanpa disadari dapat menularkan penyakit kepala.
"Helm yang kotor sebetulnya tidak terlalu masalah, karena ada rambut yang membatasi kulit kepala. Tetapi tidak menutup kemungkinan beberapa penyakit bisa ditularkan yang saling sharing helm," jelas Dikky kepada kumparan, Jumat (20/12).
Ilustrasi helm double visor. Foto: Ride With Raj / youtube
Salah satunya yang dimaksud dokter Dikky adalah kutu kepala atau pediculosis capitis. Gejalanya yang timbul adalah gatal-gatal di kulit kepala, sampai sensasi geli karena ada yang berjalan di rambut.
ADVERTISEMENT
Dari gatal yang berkepanjangan ini bisa menyebabkan iritasi kulit kepala, sampai berpotensi menjadi ruam. Pada kasus lain, apabila sering digaruk bisa menimbulkan infeksi bakteri.
"Misal ada satu pengguna ojek online yang menderita pedikulosis, maka kutu kepala bisa menempel di helm dan ditularkan ke orang berikutnya," tambahnya.
Apabila sewaktu-waktu terkena penyakit ini, dokter Dikky mengimbau untuk tidak asal mengobatinya. Rekomendasi terbaiknya adalah langsung berkonsultasi dulu ke dokter spesialis kulit.
Ilustrai helm fullface Foto: Istimewa
"Jangan asal beli obat di apotek tanpa konsultasi dokter, karena kedua penyakit ini cukup sulit penanganannya. Salah-salah banyak kejadian bukannya sembuh tetapi lebih parah," timpalnya.
Untuk itu, tindakan preventifnya ujar dokter Dikky adalah rajin membersihkan helm paling tidak dua sampai tiga minggu sekali, khususnya pada bagian inner pad helm. Kemudian langkah mudah lain yang dapat dilakukan adalah membiarkan helm diangin-anginkan usai dipakai agar tidak lembab.
ADVERTISEMENT
Manakala sering berpergian menggunakan ojek online, maka jangan ragu untuk meminta pelindung rambut atau menyediakannya sendiri, karena lazim tersedia di swalayan.
"Jika memang harus sharing helm seperti pengguna ojol, maka sebaiknya memakai masker kepala terlebih dahulu, baru helm," tuntas dokter Dikky.