Ban Motor Baru Gak Lurus dengan Spakbor, Ini Penyebabnya
·waktu baca 2 menit

Posisi roda belakang yang tidak lurus dengan spakbor menjadi salah satu kejanggalan yang kerap terlihat di sepeda motor. Ternyata, ada dua pertanda di balik hal itu.
Technical Instructor PT Daya Adicipta Motora (DAM), Angga mengatakan, kondisi tersebut bukan berarti rangka motor atau bodi yang miring, melainkan ada perubahan posisi di bracket spakbor belakang.
”Bukan spakbornya, tapi dudukan spakbor yang dari behel berupa pelat besi, nah ini yang biasanya ada perubahan posisi. Jadi bukan karena bodi yang bengkok, tapi perubahan posisi dudukan spakbor,” buka Angga saat dijumpai di Bandung, Selasa (16/9/2025).
Lebih lanjut, bagi konsumen yang menerima unit baru dengan kondisi tersebut bisa langsung mendatangi bengkel resmi Honda dan melakukan perbaikan. Sebab, masih dalam masa garansi.
”Perbaiki di bengkel, karena itu masih garansi. Nanti tinggal diperbaiki di bagian ini (dudukan spakbor),” imbuhnya.
Adapun kemungkinan lain roda belakang tidak lurus dengan bodi atau spakbor berasal dari bagian dudukan mesin atau engine mounting.
“Kalau mau lihat roda belakang gak center dengan rangka, bisa dilihat dari bagian bawah. Kalau kondisi engine mounting-nya memang kelihatan miring, itu baru bodi yang kena,” jelas Angga.
”Tapi kalau hanya dilihat dari belakang gak center dengan ban, itu hanya ada perubahan di dudukan spakbor belakang,” ungkapnya.
Lain hal dengan roda depan, tidak lurusnya roda depan dengan setang kemudi pada motor baru kebanyakan disebabkan dari proses pengiriman. Ikatan tali pengikat yang terlalu kencang memberikan tekanan kepada roda depan, hingga membuat miring.
”Itu biasanya karena posisi mengirimnya terlalu kencang. Jadi roda depan motor menekan ke bak mobil,” katanya.
Angga menjelaskan, baut komstir sepeda motor memiliki jarak penyetelan untuk menyesuaikan dengan kondisi tertentu, termasuk ketika posisi setang tidak sejajar dengan roda depan.
Perihal tersebut bisa diperbaiki di bengkel resmi Honda dengan mengendurkan komstir dan mengembalikannya ke posisi semula.
Sejatinya, sepeda motor Honda telah diinspeksi melalui tahap Pre-Delivery Inspection (PDI) untuk memastikan kondisi kendaraan sudah layak untuk konsumen.
Setidaknya terdapat 28 aspek pengecekan pada proses tersebut, meliputi kondisi fisik, kelengkapan komponen, pelumas mesin, hingga komponen kelistrikan.
