Baterai Solid State dan Masa Depan Mobil Listrik Nissan

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nissan Hyper Tourer di Japan Mobility Show 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nissan Hyper Tourer di Japan Mobility Show 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Baterai solid state menjadi komponen utama mobil listrik di masa depan. Banyak pabrikan yang menaruh harapan besar pada jenis baterai dengan segala keunggulannya dibanding lithium ion.

Selain Toyota dan Honda, Nissan juga tengah fokus pada pengembangan all solid state battery (ASSB). Strategi ini masuk ke dalam rencana jangka panjang mereka dalam balutan Nissan Ambition 2030.

"Baterai solid-state akan jadi terobosan baru. Baterai ini memiliki kepadatan energi yang tinggi dan akan meningkatkan jangkauan EV, dapat mengurangi waktu pengisian daya hingga sepertiganya," kata CEO Nissan Makoto Uchida.

Nissan Hyper Force Concept di Japan Mobility Show 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Dalam peta jalannya, paling cepat Nissan bisa merilis mobil listrik pertama dengan ASSB pada 2028. Ada dua model yang rencananya bakal pakai baterai baru itu, yakni Nissan Hyper Force dan Hyper Tourer, kendaraan purwarupa yang akan direalisasikan.

Keunggulan baterai solid state

Beberapa keunggulan ASSB adalah ukuran yang lebih ringkas ketimbang baterai mobil listrik yang ada sekarang dan waktu pengisian lebih cepat.

Struktur baterai solid state memiliki unsur material dan struktur penyusun yang berbeda dari lithium ion, demikian dijelaskan Deputy General Manage of Battery Research Division Nissan Motor Corporation-Advanced Technology Center, Eishi Endo.

"Kami kembangkan ini sekitar 10 tahun lalu. ASSB tetap menggunakan nikel pada katodanya bukan elektrolitnya," terang Eishi saat ditemui di Kanagawa, Jepang belum lama ini.

Baterai solid state Nissan akan dipasang di model Hyper Force dan Hyper Tourer. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Sementara itu elektrolit pada lithium ion berbentuk cairan, berpotensi menyebabkan reaksi kimia dan memiliki konduktivitas ion yang baik. Elektrolit cair juga pelarut organik dan mudah terbakar, sehingga harus hati-hati menghindari kebocoran.

"Kami membuat elektrolit antara anoda dan katoda menjadi solid. Sehingga tidak terjadi evaporasi berbahaya seperti timbulnya api, makanya lebih aman dengan kepadatan ion tinggi," lanjutnya.

Perbandingan baterai solid state dan lithium ion. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Sebagai gambaran, Nissan mengkomparasikan bentuk baterai lithium ion dan solid state. Secara bobot lebih ringan tipe solid state dan ukurannya lebih ringkas, untuk energi yang sama.

Maka dari itu keunggulan lain yang bisa didapat adalah lebih banyak ruang di dalam mobil, karena ukuran ringkas dengan kepadatan ion tinggi.

Tak cuma itu kemampuannya juga menjanjikan daya tempuh yang lebih jauh. Dengan ukuran yang sama antara ASSB dan lithium ion, maka tipe ASSB akan jauh lebih banyak daya jelajahnya.