Bayar Tol Tanpa Sentuh Diterapkan Bertahap Mulai Juni 2023

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan roda empat melintas di Pintu Tol Ramp Taman Mini 2 di Jakarta, Selasa (1/11). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan roda empat melintas di Pintu Tol Ramp Taman Mini 2 di Jakarta, Selasa (1/11). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Penerapan sistem transaksi atau bayar tol tanpa sentuh atau multi lane free flow (MLFF), secara bertahap akan mulai diimplementasikan mulai pertengahan tahun ini.

"Target implementasinya bertahap mulai Juni 2023," ujar Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Ali Rachmadi melalui forum diskusi secara virtual.

Sistem tersebut sebenarnya bukan rencana baru, aturannya sendiri sudah tertuang pada Peraturan Menteri PUPR No 18 Tahun 2020 khusus tentang transaksi non tunai nirsentuh di jalan tol.

“Latar belakangnya saat itu ketika Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada Menteri PUPR agar antrean di gerbang tol itu dihilangkan. Semuanya dengan aplikasi-aplikasi sensorik,” kata Ali.

Petugas keamanan bersiaga di Gerbang Tol Ngurah Rai di Jalan Tol Bali Mandara, Bali, Rabu (21/9/2022). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Dirinya menambahkan, aplikasi khusus jalan tol yang dimaksud tersebut nantinya dapat diakses melalui gawai dan akan terhubung dengan akun di bank.

Adapun, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) ditunjuk sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) sesuai dengan Kepmen PUPR No PB.02.01-Mn/132 tanggal 27 Januari 2021.

“Perjanjian kerja samanya kita tanda tangani pada 15 Maret 2021 dengan nilai investasi Rp 4,4 triliun dengan masa konsesi 9 tahun sejak COD,” imbuhnya.

Seperti yang disebutkan, implementasi awal akan dilakukan mulai Juni tahun ini dan diharapkan dapat beroperasi sepenuhnya paling lambat Desember 2023.

“Harapan kami semoga ini tidak bergeser, tapi kami masih menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Memang ternyata ini agak cukup kompleks yang harus kita lalui, tapi mudah-mudahan ini tidak bergeser dari target awal,” jelas Ali.

Sekilas cara kerja MLFF

Sistem pembayaran tol nirsentuh MLFF GNSS. Foto: Roatex

Perangkat MLFF memanfaatkan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) yang nantinya akan berkomunikasi dengan gawai pemilik mobil ketika mulai masuk tol dengan mengaktifkan aplikasi e-OBU.

“Jadi masuk tol kemudian deklarasi, kemudian map matching deteksi posisi, kemudian pengambilan data. Begitu selesai deklarasi, keluar tol. Itu semua terekam di data pusat,” kata Ali.

Dengan begitu, aplikasi dapat menyesuaikan tarif untuk ruas tol mana saja yang sudah dilalui oleh pengguna tersebut dengan melihat riwayat perjalanan, pelat nomor, serta posisi kendaraan dengan menggunakan GPS.

“Begitu kita masuk ke beberapa ruas, misalnya ada empat ruas maka ada tarif-tarif yang kita lewati. Kita top up dulu biayanya di dalam dompet digital di ponsel, kemudian setelah lewat beberapa ruas dengan tarif berbeda baru nanti dibayarkan pas keluar tol,” pungkas Ali.

***