Bedah Suspensi Upside Down SFF-BP di All New Honda CB150R, Apa Kelebihannya?

7 Mei 2021 11:12
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bedah Suspensi Upside Down SFF-BP di All New Honda CB150R, Apa Kelebihannya? (112371)
zoom-in-whitePerbesar
Suspensi upside down all new Honda CB150R. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
ADVERTISEMENT
All new Honda CB150R Streetfire sudah dijual di Indonesia. Ada 2 varian yang pabrikan tawarkan, pertama versi standar dijual Rp 29,7 juta dan Rp 30,7 juta untuk tipe Special Edition (SE).
ADVERTISEMENT
Dari seluruh ubahan yang ada di Honda CB150R terbaru, komponen suspensi depannya yang di-highlight oleh Astra Honda Motor (AHM). Kini, naked sport itu menggunakan upside down tipe SFF-BP.
Sebelum masuk ke penjelasan soal teknis, upside down kepunyaan Honda CB150R menggunakan vendor dari pabrikan Showa asal Jepang, meski begitu suspensi motor ini sudah diproduksi di Tanah Air. Sementara SFF-BP adalah akronim dari Separate Function front Fork Big Piston.
Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), Endro Sutarno mengatakan, suspensi depan dari Honda CB150R terbaru identik dengan kepunyaan Honda CBR150R, hanya saja ada perbedaan pada panjang suspensinya.
"Konstruksi semua sama, cuma panjangnya berbeda lebih pendek CB150R. Perbedaan ini karena disesuaikan dengan gaya motornya, yang di CBR150R itu lebih panjang karena juga ada pegangan untuk setang," jelas Endro kepada kumparan beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Dia juga mengatakan, bagian dari diameter tube dipakai oleh Honda CB150R ini persis dengan yang dipakai pada CBR250RR yakni berukuran 37 mm.
"Semuanya sih bagus ya, baik CB dan CBR150R atau CBR250RR. Cuma yang SFF BP ini cenderung digunakan untuk on road atau jalan-jalan yang bagus, sementara di CBR250RR dia pakai tipe Cartridge digunakannya bisa di jalan bagus dan tidak bagus, dan lebih responsif ketika dipakai manuver kecepatan tinggi," jelas Endro.
Bedah Suspensi Upside Down SFF-BP di All New Honda CB150R, Apa Kelebihannya? (112372)
zoom-in-whitePerbesar
Desai velg all new Honda CB150R. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Lebih lanjut, dijelaskan Endro, pada tipe SFF-BP hanya memiliki satu piston, satu silinder, dan tak memiliki tube dalam Catridge. Bagian per juga disebutkan berbeda.
"Suspensi upside down SFF-BP di CB150R juga sudah diperhitungkan untuk kenyamanan atau posisi riding. Ketika ngerem akan stabil dan ketika ngebut juga tidak limbung," katanya.
ADVERTISEMENT

Perawatan khusus suspensi upside down

Bedah Suspensi Upside Down SFF-BP di All New Honda CB150R, Apa Kelebihannya? (112373)
zoom-in-whitePerbesar
Modifikasi All New Honda CB150R Streetfire. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Bagi yang perlu tahu apa itu suspensi upside down, Endro mengatakan sejatinya sama saja dengan jenis konvensional teleskopik yang lebih dulu dikenal konsumen.
Hanya saja posisinya tabung suspensi ditukar ke bagian atas, secara fungsi memang upside down lebih rigid ketika digunakan di beberapa kondisi. Tak cuma itu, tampilan kekar ala motor gede juga sudah melekat pada jenis suspensi ini.
Bedah Suspensi Upside Down SFF-BP di All New Honda CB150R, Apa Kelebihannya? (112374)
zoom-in-whitePerbesar
All New Honda CB150R. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Hanya saja, karena penempatan as suspensi yang kini ada di bawah, Endro menyarankan agar lebih telaten terhadap kotoran. Debu atau pasir yang dibiarkan terlalu lama akan merusak sil suspensi dan berakibat kebocoran, bahkan baretnya komponen as suspensi.
"Maka dari itu, di Honda CB150R kini menggunakan desain spakbor baru yang menutupi bagian as suspensi. Sebisa mungkin jika kotor segera dibersihkan, ini berlaku juga untuk suspensi teleskopik," katanya.
ADVERTISEMENT
Sebagai informasi, upside down SFF-BP juga digunakan pada motor Kawasaki Ninja ZX-25R atau Ninja 250 4-silinder.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020