Begini Cara Beli Motor Listrik Program 1 KTP 1 Unit di Diler
·waktu baca 2 menit

Syarat pembelian motor listrik lewat potongan Rp 7 juta dari pemerintah diperluas. Ketentuannya adalah satu KTP bisa membeli satu unit roda dua setrum, yang memenuhi syarat diproduksi dalam negeri dan memiliki TKDN minimal 40 persen.
Lalu yang jadi pertanyaan, bagaimana prosedur dan cara membelinya? Apakah sama seperti saat membeli motor konvensional pada umumnya?
Marketing Manager Indomobil E-Motor International (Yadea) Benny Lee menuturkan, secara garis besar tidak begitu beda dengan pembelian sepeda motor pada umumnya.
"Konsumen tinggal datang ke cabang diler Indomobil Yadea dan melakukan pengecekan NIK KTP di sistem Sisapira," buka Benny saat dihubungi kumparan, Jumat (1/9).
"Apabila konsumen tersebut eligible (layak memenuhi syarat) untuk mendapatkan subsidi, maka bisa langsung melakukan pemesanan motor listrik Yadea, baik secara cash maupun kredit," lanjutnya.
Sisapira yang dimaksud merupakan platform Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua, yang diakses oleh produsen dan diler, untuk memverifikasi data calon pembeli.
Karena menggunakan data nomor induk kependudukan, prosesnya pengecekannya terbilang singkat. "Bisa langsung ketahuan waktu di-input, jadi kustomer tidak perlu tunggu lama-lama," pungkasnya.
Ketika hendak membelinya, jangan lupakan juga persyaratan lain seperti salinan KTP dan Kartu Keluarga untuk kebutuhan pembuatan surat legalitas kendaraan. Lalu memiliki pendapatan yang dibuktikan dengan slip gaji atau mutasi rekening periode tertentu.
Dari laman Sisapira, terdapat 30 model motor listrik dari 14 perusahaan yang bermitra bersama pemerintah. Sementara itu Yadea, menawarkan dua produk yang diproduksi di PT National Assemblers di Pulogadung, Jakarta Timur.
"Saat ini ada 2 model motor listrik yang ikut subsidi yaitu T9 dari Rp 21,5 juta menjadi Rp 14,5 juta dan E8S Pro dari Rp 23,9 juta menjadi Rp 16,9 juta OTR Jabodetabek," lengkap Benny.
Motor listrik Yadea E8S Pro atau T9 sama-sama menggendong baterai graphene 2.736 Watt, berdaya tempuh 100 kilometer, dengan kecepatan puncak 60 km/jam, dan lama pengecasan 8-10 jam.
Setiap pembelian motor listrik melalui program bantuan pemerintah tidak dibebankan biaya lagi. Sementara proses pengerjaan suratnya dilakukan paling cepat dua minggu.
