Begini Cara Cek Besaran Pajak Progresif Kendaraan Bermotor

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi STNK kendaraan bermotor. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi STNK kendaraan bermotor. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri

Pajak tahunan kendaraan, menjadi salah satu hal yang harus dibayarkan pemilik kendaraan bermotor. Setiap kendaraan tentu saja memiliki pajak tahunan kendaraan yang berbeda-beda, tergantung dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) itu sendiri.

Selain bergantung pada NJKB kendaraan tersebut, besaran pajak juga dihitung dari status progresifnya. Kendaraan yang berstatus progresif kedua, ketiga, dan seterusnya, tentu akan memiliki besaran pajak yang lebih besar dibandingkan kendaraan yang tidak kena progresif

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui apakah kendaraan Anda berstatus progresif atau tidak, maka bisa mengeceknya melalui Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Lihatlah bagian STNK berwarna cokelat yang terdapat tulisan Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran.

Selanjutnya, cek pada bagian bawah sebelah kiri, dekat tanggal masa berlakunya pajak kendaraan. Pada bagian tersebut biasanya tertera 6 angka, yang pada 3 angka belakangnya merupakan status pajak progresif mobil tersebut.

Ilustrasi pajak progresif pada kendaraan. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Apabila pada 3 angka belakangnya tertulis 001, maka mobil tersebut merupakan mobil pertama dan tidak terkena progresif. Sementara jika tertulis 002, 003, dan seterusnya, menandakan mobil tersebut merupakan progresif mobil kedua, ketiga, dan seterusnya.

Menyoal berapa persen besaran pajak tahunan kendaraan yang harus dibayarkan, tentu setiap daerah punya kebijakan yang berbeda-beda. Bagi mobil yang memiliki alamat DKI Jakarta, maka akan dikenakan besaran pajak tahunan sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Berikut tarif besaran pajak kendaraannya.

  • Kendaraan pertama dikenakan besaran pajak 2 persen

  • Kendaraan kedua dikenakan besaran pajak 2,5 persen

  • Kendaraan ketiga dikenakan besaran pajak 3 persen

  • Kendaraan keempat dikenakan besaran pajak 3,5 persen

  • Kendaraan kelima dikenakan besaran pajak 4 persen

  • Kendaraan keenam dikenakan besaran pajak 4,5 persen

  • Kendaraan ketujuh dikenakan besaran pajak 5 persen

  • Kendaraan kedelapan dikenakan besaran pajak 5,5 persen

  • Kendaraan kesembilan dikenakan besaran pajak 6 persen

  • Kendaraan kesepuluh dikenakan besaran pajak 6,5 persen

  • Kendaraan kesebelas dikenakan besaran pajak 7 persen

  • Kendaraan kedua belas dikenakan besaran pajak 7,5 persen

  • Kendaraan ketiga belas dikenakan besaran pajak 8 persen

  • Kendaraan keempat belas dikenakan besaran pajak 8,5 persen

  • Kendaraan kelima belas dikenakan besaran pajak 9 persen

  • Kendaraan keenam belas dikenakan besaran pajak 9,5 persen

  • Kendaraan ketujuh belas dan seterusnya dikenakan besaran pajak 10 persen

kumparan post embed

Sebagai contoh, bagi Anda yang pada STNK mobilnya tertera angka 002, maka akan dikenakan besaran pajak 2,5 persen dari harga NJKB mobil tersebut. Jika NJKB mobil itu sebesar Rp 150.000.000, maka pajak tahunan mobil tersebut senilai Rp 3.750.000.

Namun, besaran angka pajak tahunan itu, belum menjadi angka akhir yang harus Anda bayarkan. Sebab, Anda akan dikenakan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 143 ribu untuk mobil dan Rp 35 ribu untuk sepeda motor.

Ilustrasi STNK. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Dengan adanya tambahan SWDKLLJ tersebut, maka besaran angka pajak akhir yang harus Anda bayarkan yakni sebesar Rp 3.893.000. Angka itu sudah termasuk penjumlahan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp 3.750.000 ditambah SWDKLLJ sebesar Rp 143.000.

Jadi, sudah tahu kan sekarang cara mengecek pajak kendaraan Anda progresif atau tidak dan cara menghitungnya? Yuk segera cek pajak kendaraan Anda.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

collection embed figure