Belajar dari Kebakaran Bus Al Mubarok, Port USB Tidak untuk Cas Powerbank

8 Maret 2022 10:05
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Petugas mengamankan bus bernopol K 1670 EW yang terbakar di Tol Pandaan Pasuruan KM 60-800, Jawa Timur, Minggu (6/3/2022). Foto: Dok. PJR Polda Jatim
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengamankan bus bernopol K 1670 EW yang terbakar di Tol Pandaan Pasuruan KM 60-800, Jawa Timur, Minggu (6/3/2022). Foto: Dok. PJR Polda Jatim
ADVERTISEMENT
Belum lama ini jagad media sosial diramaikan dengan satu unit bus Al Mubarok yang terbakar di jalan tol Pandaan-Malang Kilometer 61 arah Malang, Jawa Timur, Minggu (6/3) pagi.
ADVERTISEMENT
Kejadian itu berawal ketika bus sedang melaju di lajur satu, tiba-tiba sopir bus tersebut melihat percikan api di bagian belakang bus. Sang sopir memutuskan untuk menepi dan berhenti di bahu jalan tol.
Kanit Laka Polres Pasuruan, Ipda Khunaefi menduga terbakarnya bus tersebut disebabkan korsleting.
“Diduga karena adanya korsleting. Akhirnya, sopir membuka semua pintu dan menyuruh semua penumpang turun dari kendaraan,” jelasnya.

Penggunaan arus daya yang tidak sesuai

Melihat hal tersebut, Export Manager karoseri Laksana, Werry Yulianto menjelaskan belum dapat memastikan apa penyebabnya, namun disinyalir karena penggunaan arus daya yang tidak sesuai.
“Kemungkinan besar ada penggunaan arus daya yang cukup besar, jadi timbul overheat di instalasi kabel yang dilewati oleh arus tersebut,” ucapnya kepada kumparan.
Xiaomi Mi Power Bank 3 Pro kapasitas 20.000 mAh. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Xiaomi Mi Power Bank 3 Pro kapasitas 20.000 mAh. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Contoh mudah yang diberikan Werry, ketika kabel yang dipakai memiliki maksimal arus daya sebesar 10A namun dipaksakan lewat 20A, tentu saja akan menyebabkan panas.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Saat pelindung kabel meleleh, maka isi kabel bisa bersentuhan dan timbul percikan api,” lanjut Werry.
Artinya, ada penumpang bus yang mengecas barang elektronik yang tidak sesuai dengan batas kapasitas, misalnya mengecas powerbank.
Lebih lagi, kualitas powerbank sekarang berbeda-beda tergantung dengan harga. Sehingga bisa menjadi salah satu penyebab pemicunya bus terbakar.
"Karena powerbank nggak ada yang tahu kualitasnya seperti apa, kalau yang bagus mungkin nggak masalah tapi kan banyak juga yang asal-asalan," terang Werry.

Gunakan tempat pengisian sesuai dengan kapasitas

Mengingat port USB yang ada di bus itu hanya ditujukan kepada handphone saja, artinya arus daya yang disediakan menyesuaikan dengan pengisian handphone bukan alat elektronik lainnya.
Port USB untuk mengisi daya smartphone. Foto: dok. Laksana
zoom-in-whitePerbesar
Port USB untuk mengisi daya smartphone. Foto: dok. Laksana
Sehingga, Werry menyarankan untuk menggunakan port USB yang ada di bus hanya untuk handphone saja. Sebab, sejauh ini pengisian daya handphone di bus tidak pernah ada masalah.
ADVERTISEMENT
“Kita sediakan port USB di situ kenapa, karena kebutuhan orang pakai handphone sekarang apalagi perjalanan jauh, makanya kita siapkan daya ke handphone,” tutup Werry.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020