Belkote Perluas Pasar, Bidik Jadi Pemasok Cat Pabrikan Mobil

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cat Belkote, produk dari PT Bintang Chemical Indonesia. Foto: Dok. PT Bintang Chemical Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Cat Belkote, produk dari PT Bintang Chemical Indonesia. Foto: Dok. PT Bintang Chemical Indonesia

Produsen cat Belkote, PT Bintang Chemical Indonesia, berencana memperluas cakupan pasar produk automotive refinish melalui kerja sama dengan lebih banyak bengkel resmi Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia. Di tengah pembangunan pabrik baru, perusahaan menyebut telah memasok produknya ke sejumlah bengkel APM.

Marketing Director PT Bintang Chemical Indonesia, Andrew Budi Kurniawan, mengatakan bahwa perluasan jaringan bengkel resmi menjadi salah satu langkah perusahaan untuk mengembangkan pasar automotive refinish.

“Kalau APM, sekarang beberapa kami sudah masuk (kerja sama). Harapannya mungkin ke depannya juga kita akan merambah lebih banyak lagi APM yang kita bisa masuk. Sementara APM-nya merek Jepang, depannya 'D' lah,” buka Andrew di Cikande, Banten, Senin (28/9).

Perusahaan melihat kebutuhan cat untuk perbaikan bodi kendaraan masih memiliki peluang yang cukup besar di Indonesia. Perkembangan kendaraan listrik juga dinilai tidak menghilangkan kebutuhan tersebut karena tetap menggunakan cat pada bagian bodi.

Seremoni Ground Breaking pembangunan pabrik cat Belkote di Cikande, Banten. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

“Prospek dan potensi bisnis masih ada. Roda empat sekarang ini 60 persen pangsa pasarnya, tetap roda dua sangat besar permintannya. Mungkin roda dua tidak terlihat ya kan jarang ngecat di bengkel, biasanya bengkel rumahan atau DIY (cat sendiri)," lanjut Andrew.

Adapun, produk automotive refinish digunakan untuk kebutuhan pengecatan ulang kendaraan, terutama setelah bodi mengalami kerusakan. Belkote menyiapkan rangkaian produk lengkap, mulai dari primer sebagai lapisan dasar, base coat untuk memberikan warna, hingga clear coat sebagai lapisan pelindung.

Kebutuhan terhadap cat automotive refinish juga berkaitan dengan usia dan penggunaan kendaraan. Andrew mengatakan, mobil yang sudah digunakan selama beberapa tahun umumnya mulai membutuhkan perbaikan bodi di bengkel body repair.

Pembuatan cat Belkote di PT Bintang Chemical Indonesia. Foto: Dok. PT Bintang Chemical Indonesia

Pasar domestik jadi prioritas

Setelah fasilitas Cikande beroperasi, perusahaan akan tetap memprioritaskan pengembangan pasar domestik. Namun, perusahaan tetap membuka peluang untuk membidik ekspor ke sejumlah pasar internasional.

“Sebenarnya banyak sekali permintaan dari negara luar, kami selalu melangkah secara matang. Jadi, kami persiapkan dulu internal kami, sistemnya, complience-nya, baru mungkin akan mempertimbangkan untuk menyerbu atau membuka pasar ekspor," tambah Direktur PT Bintang Chemical Indonesia, Eric Indra Kurniawan.

Ia bilang, belum ada target waktu ekspor yang ditetapkan perusahaan. Eric menilai, sementara ini pasar domestik masih jauh lebih baik dibandingkan pasar internasional.

Produk PT Bintang Chemical Indonesia. Foto: Dok. PT Bintang Chemical Indonesia

"Kami sudah lama melihat dulu memang ada gap, mungkin di Indonesia belum ada (cat automotive refinish). Kalau sekarang kami rasa merek lokal di luar kami cukup bersaing dan siap menghadapi gempuran produk impor. Ke depannya kami tetap menjaga dan mengikuti perkembangannya," sambungnya.

Pada sisi lain, perusahaan juga mengandalkan jaringan distributor untuk menjangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut terdiri dari distributor eksklusif dan non-eksklusif yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.

Pulau Jawa masih menjadi wilayah potensial dengan permintaan terbesar untuk produk automotive refinish. Sementara itu, pasar di Sumatra dan Kalimantan disebut mulai menunjukkan perkembangan dalam beberapa waktu terakhir.