Bengkel Jok Motor di Cipayung Ini Pelanggannya dari Vietnam hingga Filipina

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Workshop Zain Jok di Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Workshop Zain Jok di Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Bisnis modifikasi jok motor kini tidak hanya menyasar konsumen di dalam negeri. Salah satu usaha jok motor di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, bahkan sudah mengekspor produk buatannya ke sejumlah negara di Asia Tenggara.

Pesanan tersebut umumnya datang untuk kebutuhan motor trail. Menariknya, jangkauan pasar itu berasal dari inisiatif promosi yang dilakukan platform sosial media.

Zain, pemilik usaha modifikasi Zain Jok, mengungkapkan bahwa pesanan dari luar negeri banyak didapat usai rutin mempromosikan hasil modifikasi di media sosial. Ia sebenarnya membuat konten untuk berbagai jenis jok motor, tetapi modifikasi jok motor trail justru yang paling banyak mendapat perhatian.

Modifikasi jok motor WR 155 model sargent seat dengan lebar 28 cm. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

“Biasanya pesanan paling jauh dari Kalimantan dan Papua. Ini ada yang dari luar negeri, seperti Malaysia, Filipina dan Vietnam. Saya kebanyakan posting promosi sargent seat (jenis modifikasi jok motor trail) di TikTok, mungkin dikira spesialis kustom," katanya saat ditemui kumparan belum lama ini, Minggu (16/8).

Adapun, proses pengerjaan untuk pesanan luar negeri membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Durasi tersebut lebih lama dibandingkan pesanan dari dalam negeri yang biasanya dapat diselesaikan maksimal dalam tiga hari.

Di tengah pasar yang mulai meluas, Zain mengeluhkan kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan lain bagi bisnis modifikasi jok motor. Sejumlah material yang digunakan dalam proses pengerjaan mengalami kenaikan harga sepanjang tahun ini.

Usaha modifikasi Zain Jok di Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Salah satu yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah lem. Harga satu kaleng berbobot sekitar 9 kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp 350 ribu kini mendekati Rp 500 ribu. Selain itu, beberapa jenis kulit jok juga ikut mengalami kenaikan hingga Rp 70 ribu per meter.

"Harga pada naik ya tahun ini lah, pas berita perang kemarin. Lem naiknya sekitar Rp 180 ribu. Untuk busa naiknya Rp 8 ribuan dan bahan-bahan lain sekitar Rp 5-10 ribuan," ungkapnya.

Bicara harga jual, Zain memilih tidak menaikkan tarif terlalu tinggi kepada konsumen. Penyesuaian harga yang diberikan umumnya hanya sekitar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu agar biaya modifikasi tetap terjangkau.