Bengkel Resmi Sudah Tak Ada, Apa yang Bikin Pemilik Proton Bertahan?

Mobil Proton yang sudah berusia lebih dari satu dekade masih dipertahankan oleh sejumlah pemiliknya. Bagi mereka, umur kendaraan bukan menjadi alasan untuk berpindah ke mobil lain selama masih cocok digunakan sehari-hari.
Kemal, pemilik Bengkel Proton Center Jatiasih, mengatakan kenyamanan menjadi salah satu alasan pelanggan tetap mempertahankan mobilnya. Ia menilai Proton memiliki karakter berkendara yang membuat pemiliknya betah menggunakannya.
"Alasan mereka masih pertahanin itu kenyamanan. Misalnya Exora yang paling sering ke sini, itu dulu saingannya Innova. Iklannya dulu sekelas Innova seharga Avanza, memang lebih enak," ujar Kemal saat ditemui kumparan di Bekasi, Jawa Barat, Senin (31/8).
Kemal bilang, kenyamanan tersebut turut didukung oleh teknologi suspensi yang digunakan pada sejumlah model Proton. Beberapa di antaranya disematkan teknologi suspensi dari Lotus, merek asal Inggris yang memberikan rasa berkendara mobil Eropa pada Proton.
Selain suspensi, karakter berkendara Proton juga dinilai menjadi daya tarik bagi pemiliknya. Kemal menyebut beberapa model Proton memiliki kestabilan yang baik saat melaju maupun bermanuver sebab dibekali konstruksi bodi dengan pelat yang cukup tebal.
"Proton kalau belok atau lari di kecepatan tinggi itu stabil karena pelatnya tebal. Mobil Jepang kan pelatnya 0,6 sampai 0,8 milimeter. Semua model Proton umumnya 1 milimeter, paling tebal itu 1,2 milimeter, jadi berpengaruh," jelas Pria eks mekanik Proton itu.
Kemal menuturkan, beberapa Proton memiliki sejumlah teknologi yang sudah diterapkan lebih awal dibandingkan merek lain. Ia mencontohkan fitur anti-slip untuk membantu traksi di jalan licin serta kehadiran tombol fisik untuk multimedia di bagian setir.
Ada pula fitur immobilizer alias antimaling yang disematkan mobil asal Negeri Jiran itu sejak tahun 2008. Menurut Kemal, fitur serupa baru mulai diterapkan sejumlah merek Jepang sekitar tahun 2013.
Dari sisi perawatan, biaya servis rutin Proton juga dinilai masih terjangkau. Kemal menyebut biaya servis Saga dan Savvy berada di kisaran Rp 400 ribuan, Persona dan Exora sekitar Rp 500 ribuan, sedangkan untuk tipe tertinggi seperti Satria Neo, Preve, dan Suprima S sekitar Rp 600 ribuan.
"Wajar ya kalau masih ada yang khawatir sama Proton karena diler resminya sudah nggak ada. Untuk spare part masih gampang, harganya nggak beda jauh sama merek Jepang kalau original. Komponen krusial bisa disubstitusi pakai merek lain dan aftermarket. Jadi, nggak usah khawatir lagi pakai mobil Proton," tandas Pria yang sudah berkecimpung di Proton sejak tahun 2008 itu.
