Berawal dari Galangan Kapal, Ini Sejarah Isuzu di Dunia dan Indonesia

14 Januari 2023 6:02
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Deklarasi penerapan standar emisi Euro 4 mesin diesel.  Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Deklarasi penerapan standar emisi Euro 4 mesin diesel. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Isuzu merupakan jenama kendaraan niaga yang cukup populer di Indonesia. Siapa sangka, produsen otomotif ini ternyata berakar dari perusahaan galangan kapal di Jepang.
Ya, Isuzu merupakan perusahaan disverifikasi dari Tokyo Ishikawajima Shipbuilding and Engineering Company.
Mengutip laman resminya, pada tahun 1916, Tokyo Ishikawajima Shipbuilding and Engineering Co. Ltd. dan Tokyo Gas and Electric Industrial Co. memiliki inisiasi untuk membangun mobil.
Rencana ini kemudian direalisasikan pada tahun 1922 dengan membuat model Wolseley model A-9 secara domestik. Bulan Desember 1928, Wolseley diubah namanya menjadi Sumida. Satu tahun berikutnya, Ishikawajima Automotive Works dibentuk.
Setelah itu, perusahaan melakukan merger dengan DAT Automobile Manufacturing Inc. Bersama-sama, mereka mulai mengembangkan kendaraan niaga yang sesuai dengan kebutuhan saat itu.
Pada tahun 1934, truk yang dibangun dengan standar Kementerian Perdagangan dan Industri diperkenalkan dengan nama Isuzu. Ini diambil dari nama sebuah sungai yang berada di Teluk Ise, Prefektur Mie Jepang. Tempat di mana kuil Jepang tertua berada.
Inovasi perusahaan terus berkembang hingga membuat mesin diesel berpendingin udara pertama di Jepang. Mesin tersebut diberi kode DA6 dan DA4.
Barulah di April 1937, Tokyo Automobile Industries Co. Ltd didirikan. Ini merupakan perusahaan pendahulu Isuzu Motors Ltd.
Pabrik pertamanya dibangun di Kawasaki dan memproduksi truk TX-40 pada tahun 1938. Kendaraan niaga ini menjadi salah satu yang populer dan digunakan kalangan umum maupun militer.
Perusahaan berganti nama menjadi Diesel Automobile Industry pada April 1941. Satu tahun kemudian, Hino Works berpisah dan membentuk Hino Heavy Industries.
Saat ini, perusahaan pecahan itu dikenal dengan nama Hino Motors Limited, jenama kendaraan niaga yang juga populer di Jepang dan dunia.
Pasca Perang Dunia II, perusahaan memulai kembali produksi truk berbahan bakar bensin TX40 dan truk diesel TU60. Di tahun 1947, truk diesel TX61 lahir.
Tak hanya angkutan barang, Diesel Automobile Industry juga membuat bus dengan model BX91 di tahun 1948. Tahun berikutnya, perusahaan ini berganti nama menjadi Isuzu Motors Limited.
Permintaan terhadap kendaraan niaga terus meningkat untuk membawa semua jenis bahan, produk dan makanan. Tak mengherankan, Jepang saat itu dalam proses rekonstruksi dan pemulihan ekonomi pasca perang.
Februari 1953, Isuzu mencoba membuat mobil penumpang Hillman dengan bantuan teknis dari Rootes, Ltd., jenama asal Eropa. Produksinya dilakukan pada bulan Oktober.
Enam tahun kemudian, Isuzu memperkenalkan truk TD-7, TD-08, dan N-Series/EFL TL 2 ton. Tahun 1961, truk ELFIN 1,75 ton juga ikut diperkenalkan bersamaan dengan mobil penumpang diesel Bellel.
Produsen asal Jepang tersebut kemudian mengembangkan truk cab-over-engine dengan tipe TP-E10 dengan daya angkut 10 ton.
Perusahaan pun terus memperkenalkan model mobil penumpang maupun kendaraan niaga seperti truk untuk memenuhi permintaan pasar otomotif.
Ekspor perdana ke Amerika Serikat dilakukan pertama kali pada Januari 1972. Model yang dikirim adalah KB (Chevrolet LUV) dengan kapasitas 1 ton.
Di tahun 1980, ekspansi perusahaan ke luar negeri cukup massif. Ada di China, Tunisia , Malaysia hingga Indonesia.
Isuzu terus berinovasi dan membuat truk berbahan bakar gas bersama Tokyo Gas Co. Ltd. Ada pula prototipe truk listrik berkapasitas angkut 2 ton yang diselesaikan pada tahun Januari 1991.
Pada periode 2000-an awal, market share ELF berhasil menduduki posisi pertama dalam penjualan kendaraan truk 2 ton dan 3 ton cab-over-engine selama 30 tahun.
Isuzu juga berinovasi dengan membuat bus berbahan bakar CNG (Compressed Natural Gas) untuk G9 Hokkaido Toyako Summit. Selain itu, ada pula prototipe bus hybrid untuk mid-size fixed-route bus.
Inovasi tak berhenti di situ, Isuzu meluncurkan kendaraan truk ringan TRAGA, Elf EV, hingga truk spesial untuk angkutan double trailer.
Isuzu kemudian melakukan riset bersama Honda untuk membuat truk angkutan berat dengan fuel-cell. Aliansi strategis juga dilakukan dengan Volvo 2021.

Sejarah Isuzu di Indonesia

Mengutip laman Isuzu Indonesia, jenama asal Jepang ini mulai dipercaya konsumen Indonesia sejak tahun 1960. Produk yang terkenal adalah Isuzu Bison. Pada 3 Mei 1974, PT Pantja Motor didirikan. Seiring berjalannya waktu, PT Pantja Motor dimiliki secara mayoritas oleh PT Astra International Tbk di tahun 1991.
Isuzu Panther TBR 52 kemudian diluncurkan di tahun yang sama. Mengusung mesin Diesel Direct injection berkubikasi 2.300 cc sebagai pelopor pengguna mesin diesel untuk kendaraan niaga serba guna di Indonesia.
Truk Isuzu Elf Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Truk Isuzu Elf Foto: Muhammad Ikbal
Pada tahun 1995, Isuzu ELF dihadirkan. Mengusung mesin Diesel Direct injection berkubikasi 2.800 cc, kendaraan ini mengisi segmen truk kelas medium.
Ekspor Isuzu Panther dilakukan pada tahun 1997 ke Filipina dan Taiwan. Ekspansi dilakukan pada tahun 2005 ke Vietnam dan India. PT Pantja Motor kemudian berubah menjadi PT Isuzu Astra Motor Indonesia.
Haluan bisnis Isuzu Indonesia saat ini sudah cukup beragam seperti kendaraan komersial, SUV hingga double cabin. Produk yang terkenal adalah ELF, Giga, Traga, MU-X hingga D-Max.