Berita Menarik: Fitur Canggih di Mobil Jarang Dipakai; Ekspor GESITS ke Senegal

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hyundai Staria yang sudah mengaspal di Indonesia. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Hyundai Staria yang sudah mengaspal di Indonesia. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

J.D Power mengungkap hasil studi yang menunjukkan 60 persen pemilik kendaraan tak menggunakan fitur canggih pada mobil, jadi berita menarik kumparanOTO, Minggu (17/10).

Ini tentu bisa jadi masukan produsen mobil, untuk mempertimbangkan fitur yang benar-benar berguna, sehingga harga jual juga jadi tak terlalu mahal.

Selanjutnya ada soal motor listrik GESITS yang resmi dikapalkan ke Senegal. Disusul artikel terkait aturan main di perempatan jalan tanpa lampu lalu lintas.

Rangkuman berita menarik kumparanOTO.

Ternyata 60 Persen Orang Tak Pernah Gunakan Fitur Canggih di Mobil

Posisi mengemudi Mercedes-Benz GLB 200. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Mobil pada dasarnya menjadi alat transportasi untuk membawa penumpang dari titik A ke titik B. Seiring berkembangnya zaman, mobil sudah dilengkapi dengan teknologi canggih yang dapat mempermudah pengalaman berkendara pengemudi.

Biasanya, teknologi canggih yang disematkan pada mobil menjadi salah satu alasan utama mengapa konsumen membeli mobil tersebut.

“Harga mobil baru tinggi dikarenakan fitur-fitur yang disematkan pada mobil semakin banyak,” jelas Executive Director of Human Machine Interface J.D Power, Kristin Kolodge pada rilis resminya.

kumparan post embed

Resmi, 1 Kontainer Motor Listrik GESITS Dikirim ke Senegal

Ekspor perdana GESITS ke Senegal resmi dilakukan, Sabtu (16/10). Foto: Dok. Istimewa

Motor listrik anak bangsa GESITS resmi ekspor perdana ke Senegal, Sabtu (16/10). Ini merupakan kelanjutan dari peluncuran perdana di Promenade de Thiessois, Thiès, pada 8 Juni 2021.

Dubes Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI Dakar, Dindin Wahyudi dalam sambutan saat seremoni pengapalan pertama ini, dirinya merespons positif.

“Realisasi ekspor ini tidak hanya merupakan awal keberhasilan GESITS di pasar Senegal, tapi juga diharapkan dapat turut berperan sebagai push factor realisasi ekspor gesits ke wilayah lainnya," ucapnya.

kumparan post embed

Banyak yang Belum Tahu, Ini Aturan Main di Perempatan Tanpa Lampu Lalu Lintas

Ilustrasi perempatan jalan. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Pengemudi mobil dan sepeda motor di Indonesia masih banyak yang belum paham etika berkendara, khususnya saat melewati persimpangan jalan.

Akibatnya, lokasi persimpangan perempatan atau pertigaan kerap jadi lokasi terjadinya kecelakaan, meski sudah terdapat rambu seperti adanya lampu lalu lintas, apalagi bila tak ada.

“Pemahaman tentang empati, yang merupakan bekal pengemudi di jalan itu lemah. Persimpangan atau perempatan itu fatal sekali (terjadi) kecelakaan, sehingga perlu pemahaman itu,” kata Instruktur dan Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu saat dihubungi kumparanOTO.

kumparan post embed