Berita Populer: Harga Hyundai Kona EV di Indonesia; Fast Charging Mobil Listrik

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hyundai KONA Electric hadir di IIMS 2024, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hyundai KONA Electric hadir di IIMS 2024, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Informasi mengenai spekulasi harga mobil listrik Hyundai Kona EV jadi berita populer kumparanOTO, Minggu (19/5).

Kemudian ketahui dampak sering menggunakan fast charging pada mobil listrik, serta mitos mobil hybrid yang tak boleh diderek.

Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Harga Hyundai Kona EV Bakal Terjangkau, Pakai Baterai Produksi Indonesia

Hyundai Kona EV generasi kedua akan meluncur perdana di Indonesia melalui pameran GIIAS 2024. Mobil ini akan melengkapi jajaran produk EV yang diproduksi secara lokal di fasilitas produksi Cikarang, Jawa Barat.

“Hyundai IONIQ 5 dan 6 menjadi pionir untuk membuka pasar mobil listrik di. Indonesia. Kami akan memperkenalkan model di bawahnya untuk memperluas pasar EV,” terang Head of Marketing Hyundai Motor Asia Pacific Headquarter Sangwook Lee saat ditemui di Korea Selatan.

kumparan post embed

Mobil Listrik Sering Dicas Fast Charging, Umur Baterai Cepat Berkurang?

Sama seperti gawai masa kini, pada kendaraan elektrik seperti mobil listrik dikenal juga dengan pembagian istilah pengisian daya berdasarkan arus listrik yang dikeluarkan. Ada Normal Charging, Fast Charging, hingga Ultra Fast Charging.

Jenis Normal Charging umumnya memiliki arus listrik AC keluar yang terbilang kecil yakni sebesar 2-7 kW. Makanya, ia lebih sering dijumpai pada modul pengecasan daya yang terpasang di rumah seperti home charger dan sebagainya.

kumparan post embed

Tak Boleh Derek Mobil Hybrid Ketika Mogok, Mitos atau Fakta?

Mobil hybrid yang tidak bisa berjalan karena masalah atau sedang mogok ternyata tidak boleh ditangani dengan cara derek. Sebab, bila penanganannya tidak tepat akan merusak komponen hibridanya.

Dijelaskan Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Timur, Suratman menyarankan kepada pemilik mobil hybrid agar memperhatikan sumbu roda yang menjadi sumber penggerak.

kumparan post embed