Berita Populer: Mobil LCGC Kena PPN 12 Persen; Demerit Point System untuk SIM

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Agya di Jakarta Auto Week di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (10/3/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Agya di Jakarta Auto Week di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (10/3/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Mobil LCGC kena PPN 12 persen, ini reaksi pabrikan menjadi berita populer kumparanOTO, Minggu (12/1).

Polisi kenalkan demerit point system untuk SIM tahun ini, begini mekanismenya serta, Panasonic suplai sel baterai mobil listrik Mazda juga menarik perhatian banyak pembaca.

Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Mobil LCGC Kena PPN 12 Persen, Ini Reaksi Pabrikan

Segmen mobil LCGC (Low Cost Green Car) juga terdampak dari kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 12 persen yang sudah mulai berlaku tahun ini. Sebab, jenis kendaraan tersebut dikenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Sejak 2021, mobil kategori LCGC telah ditetapkan tarif PPnBM sebesar 3 persen lewat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021 yang resmi diundangkan per 31 Desember 2021 tentang regulasi mobil Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

kumparan post embed

Polisi Kenalkan Demerit Point System untuk SIM Tahun Ini, Begini Mekanismenya

Polisi melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) mulai memperkenalkan sistem pemberlakuan poin atau Demerit Point System (DPS) untuk Surat Izin Mengemudi/SIM per awal tahun 2025 ini. Guna meningkatkan kepatuhan dan tata tertib berlalu lintas.

Dilansir akun resmi media sosial (@korlantaspolri.ntmc), adanya mekanisme DPS berbarengan dengan implementasi aplikasi TAR atau Traffic Attitude Record yang sudah menjadi wacana beberapa tahun terakhir. Aplikasi TAR terhubung dengan iCell, e-Tilang, dan SIM.

kumparan post embed

Panasonic Suplai Sel Baterai Mobil Listrik Mazda

Mazda mengumumkan bakal merilis mobil listrik (BEV) pertama mereka yang akan menggunakan platform baru yang mereka dikembangkan secara internal.

Sebagai langkah awal, sebagaimana dikutip Electrek, jenama asal Jepang ini akan mendirikan pabrik modul baterai di Jepang. Pabrik ini akan memproduksi sel baterai baterai lithium-ion silinder yang disuplai oleh Panasonic Energy.

kumparan post embed