Berita Populer: Motor Listrik dari Ciputat; Sebab Pasar Otomotif Nasional Lesu

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Motor listrik SMEV EMT buatan Donny Ariyanto dari Studio Motor, Ciputat, Tangerang Selatan saat dijajal sampai Flores. Foto: SMEV
zoom-in-whitePerbesar
Motor listrik SMEV EMT buatan Donny Ariyanto dari Studio Motor, Ciputat, Tangerang Selatan saat dijajal sampai Flores. Foto: SMEV

Artikel yang membahas SMEV, motor listrik buatan Ciputat, Tangerang Selatan merupakan berita populer kumparanOTO pada Selasa 4 Juni 2024.

Selain itu, penyebab pasar otomotif nasional pada empat bulan pertama 2024 yang belum menunjukkan pertumbuhan juga menarik perhatian banyak pembaca. Berikut rangkuman selengkapnya.

Foto: Gagahnya Motor Listrik Asli Buatan Ciputat

Berbicara motor listrik tak selalu dari merek China. Adalah Founder Studio Motor Electric Vehicle (SMEV) dan Studio Motor Donny Ariyanto yang telah memproduksi dan menjual motor listrik dengan desain berbeda dari yang dijual pasaran.

Berawal dari keinginannya membangun perusahaan rintisan kendaraan listrik. Kini SMEV sudah punya dua tipe motor listrik EM1 dengan konsep cub dan EMT yang mengusung konsep motor trail.

kumparan post embed

TKDN Usul Dihapus, Hyundai dan Neta Genjot Komponen Lokal Mobil Listrik

Belum lama ini, mencuat kabar usulan penghapusan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN di industri manufaktur termasuk sektor otomotif, oleh salah satu menteri yang tidak disebutkan namanya, demikian diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Padahal Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, regulasi tersebut membawa banyak manfaat di industri. Pihaknya disebut akan mengkaji kebijakan TKDN yang sedang berjalan hingga kini.

kumparan post embed

Tiga Besar Pabrikan Jepang Ungkap Penyebab Pasar Otomotif Nasional Lesu

Tiga raksasa otomotif asal Jepang di Indonesia merespons mengenai performa penjualan mobil kuartal pertama, khususnya bulan April tahun ini yang sempat anjlok. Baik secara wholesales yang mana dari pabrik ke diler hingga retail atau dari diler ke konsumen.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada bulan keempat tahun ini asosiasi merekam penjualan wholesales sebanyak 48.637 unit alias turun 34,9 persen dibanding bulan Maret yang mampu mencatatkan angka 74.724 unit.

kumparan post embed