Berita Populer: Peluang Indonesia-China Pimpin Pasar BEV; Isuzu MU-X Terbaru

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Isuzu MU-X RS 3.0 4x4 di Thailand. Foto: Isuzu
zoom-in-whitePerbesar
Isuzu MU-X RS 3.0 4x4 di Thailand. Foto: Isuzu

Pandangan Chen Qing Quan, sosok yang disebut sebagai bapak EV Asia soal peluang Indonesia dan China jadi pemain utama mobil listrik merupakan salah satu berita populer kumparanOTO, Kamis (10/7).

Kemudian ada bocoran produk terbaru dari Isuzu yang bakal tampil di GIIAS 2025 pada 24 Juli mendatang, serta kiat untuk pengemudi mobil agar tetap aman menerobos genangan banjir agar terhindar dari insiden water hammer.

Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Bapak EV Asia Sebut Indonesia-China Bisa Pimpin Pasar Mobil Listrik Global

'Bapak EV Asia', Chen Qing Quan menilai Indonesia dan China bisa menguasai pasar mobil listrik di kancah global. Dia berharap kedua negara bisa bekerja sama mengembangkan produk Battery Electric Vehicle (BEV).

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan saya berharap Indonesia dan Tiongkok dapat bekerja sama, karena saat ini adalah masa keemasan hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Kita harus meraih masa keemasan ini dan memimpin dunia," katanya saat menghadiri konferensi mobil listrik di Bali, Kamis (10/7).

kumparan post embed

Isuzu MU-X Terbaru Semakin Dekat ke Indonesia, Begini Bocoran Tampangnya

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) lewat akun media sosial resminya sudah mengumbar calon mobil baru yang akan tampil di GIIAS 2025 dua pekan ke depan. Modelnya sendiri sudah dibuka pabrikan yaitu Isuzu MU-X.

"Saksikan secara langsung di GIIAS 2025. Kunjungi booth @isuzuid untuk melihat Isuzu MU-X lebih dekat dan ngobrol langsung soal ketangguhannya," demikian bunyi takarir unggahan Instagram (@isuzuid).

kumparan post embed

Tips Aman Mobil Terjang Banjir Agar Terhindar Water Hammer

Sejumlah titik di Jakarta mengalami bencana banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur dalam waktu lama, mulai Minggu (6/7) kemudian berlanjut pada Senin (7/7) sore. Genangan tinggi menghambat arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan, sehingga tidak jarang pengemudi terpaksa melintasi banjir.

Menerjang genangan air berpotensi merusak komponen mesin hingga terjadi kerusakan fatal, yaitu water hammer.

kumparan post embed