Berita Populer: Penjualan Mobil Listrik Polytron; Kuota Harga Khusus Jetour T2

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil listrik Polytron G3+ ditampilkan di booth Polytron saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil listrik Polytron G3+ ditampilkan di booth Polytron saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Rapor penjualan mobil listrik Polytron selama 2025, lewati Hyptec hingga Hyundai menjadi berita populer kumparanOTO, Jumat (19/12).

Jetour T2 raup 700 SPK, kuota harga khusus ditambah jadi 1.000 pembeli serta, Mercedes-Benz optimistis IEU-CEPA berimbas positif pada pasar mobil premium RI juga menarik perhatian banyak pembaca

Rapor Penjualan Mobil Listrik Polytron Selama 2025, Lewati Hyptec hingga Hyundai

Sejak meluncurkan produk mobil listrik perdananya pada Mei 2025 lalu, raksasa teknologi asal Kudus, Jawa Tengah, Polytron mencatatkan penjualan positif.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Polytron telah membukukan 286 unit wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) sejak Juli hingga November 2025.

kumparan post embed

Jetour T2 Raup 700 SPK, Kuota Harga Khusus Ditambah Jadi 1.000 Pembeli

Direktur Pemasaran Jetour Motor Indonesia, Ranggy Radiansyah mengatakan produk terbarunya Jetour T2 mendapat sambutan yang begitu baik. Hal itu dibuktikan dari jumlah surat pemesanan kendaraan atau SPK yang didapat.

"Perhitungan terakhir kita sudah sekitar 700 (SPK) dan masih terus dihitung," buka Ranggy saat sela acara Jetour T2 Media Drive di BSD, Tangerang, Kamis (18/12/2025).

kumparan post embed

Mercedes-Benz Optimistis IEU-CEPA Berimbas Positif Pada Pasar Mobil Premium RI

Mercedes-Benz Indonesia merespons positif kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah disepakati pemerintah Indonesia dan Uni Eropa. Perjanjian tersebut dinilai membuka peluang baru bagi perdagangan lintas kawasan, termasuk bagi industri otomotif premium di Tanah Air.

Pabrikan asal Jerman itu menilai IEU-CEPA dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan dagang Indonesia dan Uni Eropa, sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif. Terlebih, sektor otomotif disebut menjadi salah satu industri yang berpotensi terdorong melalui perjanjian tersebut.

kumparan post embed