Berita Populer: Penjualan Sepeda Motor Naik; Ancaman Ekspor Toyota ke Venezuela
10 Januari 2026 8:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
Berita Populer: Penjualan Sepeda Motor Naik; Ancaman Ekspor Toyota ke Venezuela
Kenaikan penjualan sepeda motor, ancaman ekspor Toyota berkat krisis Venezuela, dan capaian penjualan mobil 2025 menjadi berita populer. #kumparanOTOkumparanOTO

ADVERTISEMENT
Penjualan sepeda motor nasional naik 1,3 persen menjadi 6,4 juta unit pada 2025 menjadi berita populer kumparanOTO, Jumat (9/1/2026).
ADVERTISEMENT
Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.
Penjualan Motor Nasional 2025 6,4 Juta Unit, Naik 1,3 Persen
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengungkap realisasi penjualan motor di pasar domestik sepanjang 2025 yang ditutup di angka 6.412.769 unit. Capaian tersebut tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember 2024, sekaligus berada dalam rentang proyeksi yang sebelumnya ditetapkan asosiasi.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan kinerja pasar sepeda motor nasional relatif stabil di tengah tekanan daya beli yang sempat terjadi sepanjang tahun lalu. Menurutnya, sepeda motor masih menjadi moda transportasi paling efisien dan efektif bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun kebutuhan mobilitas harian.
ADVERTISEMENT
Krisis Venezuela dan Potensi Ancaman Ekspor Mobil Toyota Indonesia
Venezuela merupakan salah satu negara tujuan ekspor kendaraan lansiran Toyota Indonesia. Krisis yang tengah terjadi pada negara di Amerika Selatan itu berpotensi mengganggu aktivitas distribusi mobil buatan dalam negeri.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto menjelaskan pihaknya masih memantau situasi lebih lanjut dan berupaya melakukan komunikasi dengan otoritas Venezuela.
Penjualan Mobil 2025 Tembus 833 Ribu Unit, Turun 6 Persen Dibanding 2024
Penjualan mobil nasional sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan 2024. Data distribusi dan penjualan ritel Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menunjukkan pelemahan yang konsisten secara tahunan, meski sempat terjadi lonjakan pada akhir tahun, khususnya di bulan Desember.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data tersebut, sepanjang Januari hingga Desember 2025 asosiasi mencatat wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) sebanyak 803.687 unit. Angka tersebut turun 7,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 865.723 unit.
