Berita Populer: Wuling Soal Subsidi Mobil Listrik; Subsidi Motor Listrik

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil listrik Wuling Air ev sebagai kendaraan resmi perhelatan KTT G20 2022. Foto: dok. Wuling Motors
zoom-in-whitePerbesar
Mobil listrik Wuling Air ev sebagai kendaraan resmi perhelatan KTT G20 2022. Foto: dok. Wuling Motors

Wuling Motors Indonesia menanggapi soal wacana subsidi mobil listrik menjadi salah satu berita populer kumparanOTO, Kamis (15/12).

Kemudian berita soal wacana subsidi motor listrik Rp 8 juta, serta bos DFSK yang akui belum untung jualan di Indonesia.

Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Wuling Respons Subsidi Mobil Listrik Rp 80 Juta

Mobil listrik Wuling Air ev. Foto: dok. Wuling

Wacana subsidi pembelian mobil listrik sebesar Rp 80 juta dari pemerintah tentu menjadi angin segar untuk masyarakat Indonesia.

Saat ini, mobil listrik paling murah yang tersedia di pasaran jatuh kepada Wuling Air ev tipe Standard range dengan harga Rp 238 juta on the road (OTR) Jakarta.

Bila regulasi tersebut benar terealisasikan, harga Air ev varian termurah berpeluang lebih terjangkau. Hitungan kasarnya, bila ditambah subsidi Rp 80 juta, banderolnya bisa menjadi Rp 158 juta.

kumparan post embed

Pemerintah Subsidi Motor Listrik Rp 8 Juta, Harga Jadi Makin Murah

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Foto: Kemenperin

Bukan cuma pembelian mobil listrik, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pemerintah juga akan memberi subsidi untuk setiap pembelian motor listrik baru, termasuk konversi.

“Untuk motor listrik yang baru itu akan diberikan insentif sekitar Rp 8 juta. Sementara motor konversi menjadi motor listrik itu akan diberikan insentif sekitar Rp 5 juta,” ujar Agus disitat dari kanal Youtube resmi Sekretariat Presiden.

Pemberian insentif dengan nilai tersebut, menurut Agus, berkaca dari negara-negara lain di Eropa, China, hingga Thailand yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan subsidi untuk kendaraan listrik.

kumparan post embed

Persaingan Ketat, Bos DFSK Indonesia Akui Bisnis Mereka Belum Untung

DFSK MiniEV di GIIAS 2022. Foto: Rizki Fajar Novanto/kumparan

CEO PT Sokonindo Automobile-DFSK Indonesia Alexander Barus menyadari penjualan mobil-mobil DFSK belum sesuai ekspektasi pabrikan. Aktivitas penjualan yang dimulai sejak 2017 lalu, diakuinya belum moncer.

Ditambah aktivitas produksi pabrik di Cikande yang belum optimal. Fasilitas produksi dengan nilai investasi 150 juta US dolar itu dijelaskannya baru terpakai 15 persen dari total kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun.

"Memang over investment sehingga sudah hampir 5 tahun buku kami itu masih belum positif. Tapi kami memahami memasuki dunia industri otomotif ini bukan seperti makanan yang hari ini jual besok untung," katanya di DFSK Media Gathering di Ancol, Rabu (14/12).

kumparan post embed