Berita Populer: Yamaha RX-King Laku Rp 200 Juta; Pimpinan Baru Hino Indonesia

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Spek motor Yamaha RX-King garapan Total Kings Bandung yang laku Rp 200 juta. Foto: Dok. Total Kings
zoom-in-whitePerbesar
Spek motor Yamaha RX-King garapan Total Kings Bandung yang laku Rp 200 juta. Foto: Dok. Total Kings

Informasi mengenai motor Yamaha RX-King tahun 1996 yang laku dijual Rp 200 juta menjadi salah satu berita populer kumparanOTO, Rabu (10/9).

Kemudian Hino Indonesia yang umumkan pimpinan jajaran board of director (BOD), serta Suzuki Ignis yang resmi disuntik mati di Indonesia.

Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Yamaha RX-King 1996 Ini Laku Rp 200 Juta, Apa Istimewanya?

Jangan kaget mengetahui Yamaha RX-King yang satu ini karena laku Rp 200 juta. Selain part hedon, ada banyak cerita yang melekat di motor lansiran 1996 milik penggawa bengkel Total Kings Reza Fahlevi itu di Bandung.

Usut punya usut kuda besi 2-tak tersebut merupakan motor kontes, jadi pantas saja secara looks jauh dari kondisi original. Reza menamainya Unyil dan kerap menyabet gelar juara.

kumparan post embed

Hino Indonesia Umumkan Pergantian Pimpinan Baru

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengumumkan pergantian jajaran Board of Director (BOD) baru-baru ini. Santiko Wardoyo, meninggalkan posisinya sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah diembannya selama 12 tahun.

Melalui siaran resmi perusahaan, Santiko Wardoyo akan menjalani tour of duty di posisi barunya dalam Indomobil Group. Sementara posisi sebelumnya telah diisi oleh Susilo Darmawan sebagai Sales Director.

kumparan post embed

SIS Suntik Mati Suzuki Ignis di Indonesia, Ini Alasannya

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya menyudahi kiprah salah satu produk andalannya, Suzuki Ignis setelah tujuh tahun mengarungi pasar Indonesia. Model itu sudah tak dapat ditemukan di laman resmi pabrikan.

4W Marketing Director PT SIS, Harold Donnel membenarkan status crossover mungil tersebut. Per Juli 2024, Ignis tak lagi didatangkan dari negara pembuatnya India dan keputusan ini disebutnya sesuai dengan strategi perusahaan.

kumparan post embed