Biaya Operasional Mobil Listrik Ini Diklaim Cuma Rp 219 per Kilometer!

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Changan Nevo Q05 di GIIAS 2026. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Changan Nevo Q05 di GIIAS 2026. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Salah satu jargon mobil listrik yang kerap digaungkan adalah biaya operasional lebih murah dibanding kendaraan konvensional atau internal combustion engine (ICE). Namun, tidak banyak yang benar-benar tahu estimasi pengeluaran yang dikatakan hemat itu.

Ambil contoh salah satu model yang baru hadir di Indonesia yakni Changan Nevo Q05. Biaya yang dikeluarkan diklaim bahkan tidak sampai Rp 30 ribu setiap 100 kilometer alias tak menyentuh Rp 300 untuk setiap kilometernya.

Dilansir keterangan resmi pabrikan, Nevo Q05 disebut mencatatkan angka konsumsi energi rata-rata sekitar 12,9 kWh per 100 kilometer atau setara dengan 7,75 kilometer/kWh yang digunakan. Artinya, lebih kurang Rp 219 per kilometer atau Rp 21.930 per 100 kilometer.

Angka itu untuk gambaran pengecasan yang dilakukan di rumah atau home charging dengan tarif dasar listrik rumah tangga non-subsidi PLN sebesar Rp 1.700 per kWh. Lalu, bagaimana untuk perhitungan bila memanfaatkan fasilitas SPKLU?

Changan Nevo Q05. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

SPKLU atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dengan asumsi tarif Rp 2.475 per kWh, akan menghasilkan rincian pengeluaran sebesar Rp 319 per kilometer atau Rp 31.928 per 100 kilometer. Belum termasuk biaya layanan yang diterapkan masing-masing penyedia SPKLU.

Asumsi untuk pemakaian rata-rata sejauh 1.000 kilometer dalam satu bulan, Changan Nevo Q05 membutuhkan total daya listrik sekitar 129 kWh. Bila dilakukan di rumah, biayanya berkisar Rp 219 per kilometer atau sekitar Rp 219.300 per bulan alias Rp 7.319 per hari.

Kemudian jika dilakukan di SPKLU dengan tarif Rp 2.475 per kWh, pengeluaran energinya mencapai kisaran Rp 319 per kilometer, sekitar Rp 319.275 per bulan atau Rp 10.643 per hari di luar potensi biaya layanan tambahan lainnya.

Changan Nevo Q05. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Catatan, angka tersebut merupakan perhitungan berdasarkan kapasitas baterai dan tarif pengisian energi yang berlaku ketika informasi ini diterbitkan. Biaya aktual bisa saja dapat berbeda karena adanya faktor tertentu.

Sekilas mengenai Changan Nevo Q05, mobil listrik ini disematkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 51,9 kWh dengan menjanjikan daya jelajah hingga 462 kilometer (pengukuran NEDC) sekali pengisian daya.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya mengatakan produk Nevo Q05 dirancang untuk pengalaman berkendara yang nyaman, praktis, dan efisien dalam berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas sehari-hari di dalam kota hingga perjalanan jauh bersama keluarga dan teman.

"Melalui efisiensi penggunaan energi serta kemampuan pengisian daya cepat, kami ingin menunjukkan bahwa Changan Nevo Q05 dapat menjadi pilihan yang praktis dan memberikan nilai lebih untuk kebutuhan mobilitas jangka panjang konsumen,” kata Setiawan.