BMW E36 Jadi Primadona Drifting, Bengkel Spesialis Ungkap Alasannya

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BMW E36 Drift. Foto: Dok. RDS Open
zoom-in-whitePerbesar
BMW E36 Drift. Foto: Dok. RDS Open

Olahraga drifting di Indonesia sampai sekarang dominasinya masih mengandalkan sedan penggerak roda belakang (RWD). Satu nama selalu muncul di garis start, yakni BMW Seri 3 generasi ketiga atau E36.

Hamid, pemilik bengkel spesialis BMW Persada Motor di Pasar Segar Cinere, Depok, menyebutkan model tersebut sudah jadi pilihan utama sejak lama. Ia sendiri pernah menggarap mobil balap di salah satu bengkel balap ternama sebelum membuka bengkel spesialis.

“Kaki-kakinya enak, lebih gigit di medan-medan buat nge-drift. Setel-setel camber-nya juga gampang. Kalau untuk tipe 323, tenaganya dapat,” kata Hamid saat ditemui kumparan, Senin (6/10).

BMW E36 Drift. Foto: Dok. Kolesa

Camber yang dimaksud merupakan sudut kemiringan roda terhadap permukaan jalan. Pebalap drift kerap mengubah setelan tersebut mengikuti karakter lintasan yang dihadapi.

Alasan berikutnya menyangkut ketersediaan komponen. Jumlah unit yang beredar di Indonesia membuat pasokan barang bekas alias copotan masih mudah ditemukan sampai sekarang.

“Materialnya melimpah, masih banyak itu barangnya. Bodinya juga nggak terlalu panjang dan berat, jadi gampang dikurang-kurangin buat nge-drift. Makanya orang yang budget-nya terbatas pasti lari ke E36 dulu,” lanjut Hamid.

Komponen copotan jadi penolong utama saat mobil mengalami kerusakan selama latihan maupun lomba. Ongkos reparasi pun bisa ditekan jauh di bawah mobil lain dengan penggerak serupa.

BMW E36 Drift. Foto: Dok. Drift and Grip

Tenaga yang dimaksud berasal dari mesin berkode M52B25 di tipe 323i. Mengacu data BMW Group Classic, mesin 6 silinder segaris berkapasitas 2,5 liter itu menyemburkan 170 dk pada putaran 5.500 rpm. Torsi puncaknya tercatat 245 Nm yang keluar di 3.950 rpm.

Dari laporan HotCars, sebaran bobot E36 mendekati rasio seimbang 50 banding 50 dengan kecenderungan berat ke belakang, kondisi yang membuat perpindahan bobotnya mudah ditebak saat mobil digiring melintasi tikungan dalam posisi menyamping.

Hamid sendiri merupakan mantan mekanik senior BMW dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Ia mengawali kariernya sebagai mekanik mobil Jepang, lalu pindah menangani BMW, dan membuka bengkel sendiri pada sekitar tahun 2020.