Bos Mercedes-Benz Nilai Aturan Emisi Uni Eropa 2035 Sulit Direalisasi

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Knalpot Mobil Foto: dok Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Knalpot Mobil Foto: dok Muhammad Ikbal/kumparan

Target ambisius Uni Eropa (UE) untuk menurunkan emisi CO2 kendaraan hingga 100 persen pada 2035 menuai keraguan.

Perlu diingat sebelumnya pada Februari 2023 lalu parlemen Eropa telah menyetujui aturan kendaraan baru termasuk mobil penumpang dan van yang dijual di Eropa wajib memiliki emisi karbon nol. Dengan demikian mobil baru berbasis bensin dan diesel yang masih menghasilkan karbon tidak bisa dijual lagi setelah 2035.

Laporan Reuters, para pimpinan asosiasi produsen mobil dan pemasok otomotif Eropa menilai, target tersebut tidak lagi memungkinkan untuk dicapai dalam kondisi industri saat ini.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada pekan ini dijadwalkan akan bertemu dengan para eksekutif perusahaan otomotif, guna membahas tantangan industri mulai dari persaingan ketat kendaraan listrik asal China-tarif tinggi Amerika Serikat.

CEO Mercedes-Benz Ola Kaellenius. Foto: Mercedes-Benz

Terpisah, dalam surat resmi kepada von der Leyen, CEO Mercedes-Benz Ola Kallenius bersama CEO Powertrain and Chassis di Schaeffler AG, Matthias Zink, menegaskan pada dasarnya industri tetap berkomitmen mendukung target net zero UE pada 2050.

Namun, mereka mengingatkan bahwa produsen Eropa kini menghadapi ketergantungan kepada Asia untuk pasokan baterai. Belum lagi infrastruktur pengisian daya yang belum merata, hingga harga mobil listrik yang relatif masih tinggi.

Proses perakitan baterai mobil listrik Hyundai. Foto: Hyundai

Ini dibuktikan dengan pangsa pasar mobil listrik di Eropa baru sekitar 15 persen dari penjualan mobil baru, sementara model van listrik hanya mencapai 9 persen.

“Memenuhi target CO2 yang kaku untuk mobil dan van pada 2030 dan 2035, dalam kondisi dunia saat ini, sudah tidak lagi memungkinkan,” tulis keduanya dalam surat.

Aktivis "Generasi Letzte" memblokir jalan untuk memprotes dewan iklim, batas kecepatan di jalan raya, serta transportasi umum yang terjangkau, di Berlin, Jerman, pada 24 April 2023. Foto: Annegret Hilse/REUTERS

Mereka juga menegaskan bahwa aturan hukum dan penalti tidak akan cukup untuk mempercepat transisi.

“Mobil listrik akan memimpin perubahan, tetapi harus tetap ada ruang bagi teknologi lain seperti plug-in hybrid, range extender, mesin pembakaran internal yang sangat efisien, hidrogen, serta teknologi bahan bakar rendah karbon lainnya,” lanjut mereka.

Selain mobil penumpang dan van, regulasi CO2 untuk kendaraan berat seperti truk dan bus juga dinilai harus ditinjau ulang.

Ilustrasi logo Mercedes-Benz. Foto: REUTERS / Francois Lenoir

Pada Maret lalu, Komisi Eropa sempat memberikan tambahan waktu bagi produsen untuk memenuhi target pengurangan emisi 2025.

Bahkan, beberapa anggota kelompok tengah-kanan yang dekat dengan von der Leyen sudah menyerukan agar larangan mesin bensin pada 2035 dibatalkan.