BPJT Catat 5.600 Lebih Truk Overload Melintas di Jalan Tol Setiap Hari

Permasalahan kendaraan berat seperti truk yang menyandang kategori Over Dimension Over Load atau ODOL terbukti masih menjadi polemik lalu lintas di Indonesia. Pada ruas jalan tol saja, tercatat ribuan unit yang berhasil melintas setiap harinya.
Disampaikan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), setidaknya terdapat rata-rata 5.698 kendaraan ODOL melewati ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group dan Hutama Karya Group sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kepala BPJT, Ni Komang Rasminiati menjelaskan angka tersebut didapatkan berdasarkan pemantauan menggunakan perangkat Weigh in Motion (WIM) yang dapat mendeteksi berat kendaraan ketika melintas.
"Terdata yang overload itu ada sejumlah 3.657 kendaraan per hari atau sebesar 17,73 persen dari total kendaraan non-golongan I yang melintas," buka Komang saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Lebih lanjut, pada ruas tol Jasa Marga Group rata-rata terdapat 20.627 kendaraan non-Golongan I yang melintas setiap hari. Seperti dijelaskan Komang, sebanyak 3.657 kendaraan atau 17,73 persen terdeteksi mengalami kelebihan muatan.
Sementara pada ruas tol Hutama Karya Group, rata-rata terdapat 7.823 kendaraan non-Golongan I yang melintas setiap hari. Sebanyak 2.041 kendaraan atau 26,09 persen di antaranya terdeteksi overload, lebih tinggi dibandingkan dengan ruas tol milik Jasa Marga.
Jika data dua perusahaan pengelola tol tersebut digabungkan, jumlah kendaraan yang terdeteksi kelebihan muatan mencapai 5.698 unit per hari. Karena menggunakan metode WIM saat pemantauan, seluruh kendaraan overload tadi tidak bisa langsung diartikan sebagai ODOL.
Untuk mendukung pengawasan, pihak BPJT mengeklaim terdapat 47 unit WIM yang telah terpasang di sejumlah ruas jalan tol. Sebanyak 38 unit di antaranya berada sebelum gerbang tol, sedangkan sembilan lainnya ditempatkan di jalur utama.
Lalu di Pulau Sumatera terdapat 33 titik WIM, dengan 28 titik di antaranya telah terintegrasi dengan ETLE kepolisian. Sementara di Pulau Jawa terdapat 14 titik WIM pada 10 ruas tol, dengan enam titik telah terintegrasi ETLE dan rencana penambahan 11 titik baru.
