BRIN Siapkan Standar Colokan Fast Charging Motor Listrik, Bisa Lintas Merek
ยทwaktu baca 2 menit

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan standar colokan fast charging motor listrik yang diharapkan dapat digunakan berbagai merek kendaraan di Indonesia.
Konsep tersebut bisa dibilang menjadi solusi agar pengguna tidak lagi bergantung pada sistem pengisian daya yang berbeda-beda di setiap pabrikan.
Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN Eka Rakhman Priandana mengatakan standar yang dikembangkan mengacu pada IEC 62196-6 atau yang dikenal sebagai Type 6 untuk kendaraan roda dua.
"Konsepnya kami mengacu pada standar IEC 62196-6 atau CHAdeMo untuk e-PTW (Electric Powered Two-Wheelers atau lebih dikenal juga dengan nama Type 6 yang sudah dikenal banyak di India," buka Eka saat ditemui kumparan di kantor BRIN, Tangerang, belum lama ini.
Meski mengacu pada standar internasional, desain yang disiapkan BRIN telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Termasuk dua musim yang jadi pertimbangan penting untuk durabilitas komponen.
"Karena kondisi lingkungan Indonesia di mana lebih tropis yang terdiri dari 2 pin kabel power dengan kemampuan 120V 100A dan 6 pin untuk persinyalan," katanya.
Saat ini rancangan tersebut telah diajukan ke Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam bentuk Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI). BRIN katanya tinggal menungu proses pengujian sampel plug dan soket sebelum pembahasan lanjutan.
Dengan model colokan yang dikembangkan sendiri, maka pabrikan tidak perlu melakukan perubahan besar pada motor listrik yang telah beredar maupun produk yang akan dijual nantinya.
"Karena yang diubah cuma di soket dan colokannya, jadi tidak sampai mengubah keseluruhan di bagian dalam motor listrik mereka. Intinya tinggal diganti colokan yang lama kemudian dibuat bobokan untuk soket tadi yang dihubungkan ke baterai dengan kabel motor tersebut dan BMS disambungkan ke bagian controller-nya," lengkapnya.
Lanjutnya, BRIN berencana menggandeng empat produsen motor listrik yakni Maka, Polytron, Alva, dan Savart untuk menguji implementasi standar tersebut, sebelum nantinya dipertimbangkan menjadi standar yang lebih luas di industri.
Jika proses berjalan sesuai rencana, Eka berharap realisasi awal standar fast charging motor listrik tersebut dalam mulai pada tahun depan.
"Sambil kita lihat respons dari empat pabrikan itu, tahun 2027 pertengahan, kalau sudah oke baru kita akan buat banyak fast charging roda dua di mana-mana," tuntasnya.
