Buka Harga Rp 49 Juta, Lelang Porsche Carrera 911 Laku Rp 3,27 Miliar

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Porsche 911 Carrera (G50) dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tasikmalaya. Foto: Dok. KPKNL Tasikmalaya
zoom-in-whitePerbesar
Porsche 911 Carrera (G50) dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tasikmalaya. Foto: Dok. KPKNL Tasikmalaya

Respons pemilik saat disinggung perihal harga lelang Porsche Carrera 911 G50 miliknya yang dibuka mulai Rp 49 juta, dan dinilai terlalu murah itu seolah terbayar lunas. Bagaimana tidak, barang langka nan antik itu nyatanya tetap laku miliaran rupiah.

"Ya itu nanti, para kolektor itu sudah tahu harga mobil tersebut. Pastinya begitu, langka itu di dunia yang setir kanan hanya 64 unit kalau tidak salah," katanya ketika dihubungi beberapa hari sebelum jadwal lelang diselenggarakan pada Kamis, 4 Juni 2026.

Saat dihubungi kembali, ia bercerita soal informasi yang ia dapatkan dari pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atau KPKNL Tasikmalaya, bahwa mobil itu akhirnya berhasil ditebus dengan harga lebih dari Rp 3 miliar.

"Informasi dari KPKNL Tasikmalaya tadi itu sultan Jakarta Selatan menangkan lelang Porsche (Carrera 911 G50) di harga Rp 3,270 M," ujarnya di seberang telepon kepada kumparan, Kamis (4/6/2026) malam.

Porsche 911 Carrera (G50) dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tasikmalaya. Foto: Dok. KPKNL Tasikmalaya

Nominal yang bisa dibilang mirip-mirip kala dirinya juga pertama membeli mobil tersebut dari hasil lelang yang dilakukan di Pontianak beberapa tahun lalu.

"Saya restorasi, itu semua komponen orisinil. Tapi tetap aja ada yang tanya itu buatan sendiri atau palsu begitu," ceritanya.

Disebutnya, populasi Porsche Carrera 911 G50 khusus setir kanan terbilang amat sangat langka. Lantaran jumlah produksinya yang pernah tersalurkan ke seluruh dunia bahkan tidak sampai ratusan unit. Selama kepemilikannya, diakuinya mobil tersebut hanya jadi barang pajangan.

"Iya, namanya mobil kolektor tidak bisa dipakai kemana-mana. Surat-surat juga hasil lelang negara saja, soalnya mobilnya juga gak pernah kemana-mana. Nongkrong saja di garasi," tandasnya.